Breaking

Konflik AS dan Iran Memanas, Harga Minyak WTI Berpotensi Naik

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 03 Agustus 2026
Konflik AS dan Iran Memanas, Harga Minyak WTI Berpotensi Naik
Ilusrasi Minyak WTI (FOTO: NET)

JAKARTA – Kenaikan harga minyak mentah WTI diperkirakan oleh analis masih akan berlanjut pada pekan depan seiring kian memanasnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Timur Tengah.

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah secara konsisten menjadi sentimen utama yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia.

Ibrahim memproyeksikan pergerakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada pada kisaran US$ 80,50 - US$ 96 per barel dalam kurun waktu sepekan ke depan.

"Kami melihat bahwa permasalahan geopolitik di Timur Tengah terus dijadikan sebagai acuan terhadap memanasnya harga minyak dunia. (Baru-baru ini) Amerika Serikat dan Israel dilaporkan sedang mempersiapkan pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran minggu depan," Ibrahim menyoroti dalam keterangannya pada Minggu (2/8/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Sementara itu, hingga saat ini Laut Merah masih diblokade yang berperan sebagai salah satu jalur transportasi untuk minyak mentah di Arab Saudi. Kemudian juga transportasi di Selat Hormuz masih terbatas," lanjutnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), harga minyak dunia ditutup melonjak lebih dari 1%, dengan minyak Brent untuk kontrak Oktober ditutup menguat US$ 1,09 (1,2%) ke posisi US$ 90,12 per barel.

Laju ini menjadi lonjakan harga minyak bulanan terbesar sejak Maret, di tengah menguatnya kecemasan terhadap kelancaran pasokan minyak global akibat tersendatnya jalur distribusi energi di Selat Hormuz.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) menguat sebesar US$ 1,08 (1,3%) menjadi US$ 84,67 per barel.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua