Breaking

KKGI Angkat Wimpi Salim Jadi Dirut, Bagikan Dividen Rp97,47 Miliar

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 18 September 2026
KKGI Angkat Wimpi Salim Jadi Dirut, Bagikan Dividen Rp97,47 Miliar
Ilustrasi RUPSLB PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) melakukan perubahan susunan pengurus perseroan sekaligus menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp97,47 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Selasa, 15 September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (17/9/2026), pemegang saham menyetujui pengunduran diri Pintarso Adijanto dari posisi Direktur Utama, serta Winanto dan Eddy dari posisi Direktur. Ketiganya efektif mengakhiri masa jabatan sejak RUPSLB ditutup.

Pemegang saham memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge atas tindakan pengurusan yang telah dijalankan sejak 1 Januari 2026 hingga penutupan RUPSLB, sepanjang tindakan tersebut tercermin dalam laporan keuangan perseroan.

Selanjutnya, RUPSLB menyetujui pengangkatan Wimpi Salim yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur menjadi Direktur Utama KKGI. Selain itu, perseroan mengangkat Lucky Ciptadi Wibowo sebagai Direktur baru.

Dengan perubahan tersebut, susunan Direksi KKGI menjadi Wimpi Salim sebagai Direktur Utama, Tan Ying Mei sebagai Direktur, Agoes Soegiarto Soeparman sebagai Direktur, serta Lucky Ciptadi Wibowo sebagai Direktur.

Sementara itu, susunan Dewan Komisaris terdiri dari Hendro Martowardojo sebagai Komisaris Utama, Suparno Adijanto sebagai Komisaris, Ge Luiyanto Yamin sebagai Komisaris Independen, Wonchil Yu sebagai Komisaris, serta Darma Putra Wati sebagai Komisaris Independen.

Susunan pengurus baru tersebut berlaku sejak RUPSLB ditutup hingga penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diselenggarakan pada 2027, dengan tetap memperhatikan kewenangan RUPS untuk memberhentikan anggota pengurus sewaktu-waktu.

Selain perubahan susunan pengurus, pemegang saham KKGI juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp97,47 miliar yang berasal dari saldo laba ditahan berdasarkan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Dividen tersebut setara dengan Rp20 per saham dan akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 25 September 2026 hingga penutupan perdagangan atau recording date.

Adapun cum dividen tunai di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 23 September 2026. Sementara itu, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 24 September 2026.

Untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 25 September 2026, sedangkan ex dividen pada 28 September 2026.

Pembayaran dividen tunai kepada pemegang saham yang berhak akan dilakukan pada 15 Oktober 2026.

Setelah pembagian dividen tersebut, sisa saldo laba ditahan akan dicatat kembali sebagai laba ditahan perseroan.

Seluruh keputusan dalam kedua mata acara RUPSLB tersebut disetujui secara bulat oleh pemegang saham yang hadir. Rapat dihadiri pemegang saham dan atau kuasanya yang mewakili 3,84 miliar saham atau 78,84% dari total saham yang telah dikeluarkan perseroan setelah dikurangi saham treasuri.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua