Breaking

Asing Kembali Borong Saham Tambang, BRMS hingga EMAS Jadi Incaran

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 18 September 2026
Asing Kembali Borong Saham Tambang, BRMS hingga EMAS Jadi Incaran
Ilustrasi pergerakan saham BRMS, ANTM dan emiten tambang lainnya (sumber foto: NET)

JAKARTA - Investor asing terpantau memborong sejumlah saham emiten pertambangan pada perdagangan Rabu (16/9/2026). PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi saham yang paling banyak diburu dengan nilai beli bersih atau net buy mencapai Rp88,5 miliar.

Aksi pembelian tersebut melanjutkan minat investor asing terhadap saham-saham tambang yang juga terlihat pada perdagangan sebelumnya.

BRMS berada di posisi teratas dalam daftar saham dengan net buy asing terbesar. Selanjutnya, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat net buy Rp49,9 miliar.

Minat investor asing juga terlihat pada saham pertambangan lainnya, yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan net buy Rp28,7 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp24,4 miliar, serta PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp20,2 miliar.

Selain saham pertambangan, investor asing turut melakukan akumulasi pada sejumlah saham dari sektor lainnya, termasuk PT Singaraja Putra Tbk (SINI) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Pembelian pada sejumlah saham pertambangan tersebut terjadi ketika investor asing secara keseluruhan masih membukukan net sell di pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Rabu (16/9/2026), investor asing mencatat net sell Rp624,72 miliar di seluruh pasar.

Dengan demikian, pembelian pada saham-saham pertambangan tersebut belum menunjukkan bahwa arus dana asing secara keseluruhan telah berbalik menjadi net buy.

Berikut 10 saham dengan net buy asing terbesar pada perdagangan Rabu (16/9/2026):

  1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp88,5 miliar.
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) - Rp49,9 miliar.
  3. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) - Rp39,1 miliar.
  4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Rp28,7 miliar.
  5. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp24,4 miliar.
  6. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp20,2 miliar.
  7. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp19 miliar.
  8. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp13,5 miliar.
  9. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp10,6 miliar.
  10. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) - Rp8,2 miliar.

Di sisi lain, IHSG ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85. Indeks sempat menguat lebih dari 1% pada awal perdagangan sebelum akhirnya berbalik ke zona merah hingga penutupan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua