Breaking

Harga Karet SGX-SICOM Kamis Naik Rp550 Jadi Rp42.084 per Kg

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Kamis, 17 September 2026
Harga Karet SGX-SICOM Kamis Naik Rp550 Jadi Rp42.084 per Kg
Ilustrasi perkebunan karet (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga karet acuan SGX-SICOM kembali mengalami penguatan pada perdagangan Kamis (17/9/2026) setelah sebelumnya sempat terkoreksi. Nilai perdagangan naik dari 236,0 US Cent/kg menjadi 238,8 US Cent/kg.

Dengan posisi kurs rupiah sebesar Rp17.623 per dolar AS, harga karet SGX-SICOM tersebut setara dengan Rp42.084 per kg untuk KKK 100%.

Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar Rp550 per kg jika dibandingkan dengan perdagangan Rabu (16/9/2026) yang berada di level Rp41.534 per kg.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menyampaikan bahwa penguatan SGX-SICOM mengindikasikan pasar karet kembali membaik.

“Setelah mengalami koreksi selama beberapa hari perdagangan, harga karet SGX-SICOM pada Kamis, 17 September 2026 kembali menunjukkan penguatan,” kata Rudi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Rudi, kenaikan harga SICOM yang disertai pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut mendorong peningkatan indikasi harga karet KKK 100%.

Meskipun demikian, tren harga global tetap perlu dipantau pada perdagangan selanjutnya. Kenaikan harga acuan tidak langsung menentukan tingkat pendapatan petani karena harga riil turut dipengaruhi kualitas bahan olah karet (bokar), kadar karet kering, sistem penimbangan, dan potongan transaksi.

Oleh sebab itu, perbaikan mutu bokar dan kadar karet kering menjadi aspek krusial supaya penguatan harga internasional memberi dampak optimal bagi petani.

Adapun rincian indikasi harga karet SGX-SICOM berdasarkan tingkat kadar karet kering (KKK) sebelum dipotong biaya produksi adalah sebagai berikut:

KKK 100%: Rp42.084/kg

KKK 70%: Rp29.459/kg

KKK 60%: Rp25.250/kg

KKK 50%: Rp21.042/kg

KKK 40%: Rp16.833/kg

KKK 30%: Rp12.625/kg

Sebagai informasi, SGX-SICOM merupakan bursa komoditas utama di Asia yang memperdagangkan karet alam. Bursa ini kerap dijadikan acuan harga karet internasional sehingga pergerakannya mencerminkan dinamika pasar global.

Selain patokan resmi Dinas Perkebunan daerah yang bervariasi, pergerakan harga di SGX-SICOM ini dapat dijadikan standar acuan bagi para petani.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua