Breaking

5 Cara Menyiasati Makanan Tinggi Protein yang Juga Tinggi Lemak

RE
Jumat, 18 September 2026
5 Cara Menyiasati Makanan Tinggi Protein yang Juga Tinggi Lemak

TEROPONGBISNIS.ID — Banyak orang mengandalkan sumber protein untuk membangun otot, tapi jarang menyadari bahwa sebagian di antaranya menyimpan lemak dalam jumlah besar. Mengetahui komposisi gizi dan takaran porsi menjadi kunci agar asupan tetap seimbang. Berikut sejumlah makanan yang perlu dicermati.

Protein memang jadi andalan siapa pun yang ingin menjaga bentuk tubuh. Sayangnya, tidak semua sumber protein bersahabat dengan program diet. Sebagian justru menyumbang lemak yang cukup besar dalam satu porsi.

1. Keju

Keju sering dijadikan jalan pintas untuk memenuhi asupan protein harian. Padahal dalam satu ons atau sekitar 28 gram keju cheddar, protein yang masuk hanya sekitar 7 gram.

Lemaknya justru lebih besar, mencapai kurang lebih 9 gram menurut ahli gizi Lauren Manaker. Karena itu keju lebih pas dijadikan pelengkap hidangan, bukan sumber protein utama.

2. Selai Kacang

Selai kacang kerap dipilih sebagai tambahan protein praktis, terutama untuk sarapan. Dua sendok makan selai kacang menyediakan sekitar 8 gram protein.

Angka itu kalah jauh dibanding lemaknya yang bisa menyentuh 16 gram di porsi yang sama. Selai kacang tetap boleh dikonsumsi, asal tidak berlebihan ketika asupan kalori sedang dijaga.

3. Daging Berlemak

Daging memang identik dengan protein tinggi, tapi jenis potongannya sangat menentukan. Bacon, ribeye, pork belly, hingga daging sapi bermarbling tebal termasuk yang paling banyak menyimpan lemak.

Manaker menyebut bacon bahkan hampir separuh kalorinya berasal dari lemak. Daging seperti ini tidak harus dihindari total, cukup sesuaikan porsinya dengan kebutuhan tubuh.

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dikenal sebagai sumber protein nabati yang mudah dikonsumsi. Selain protein, kacang juga membawa lemak, serat, vitamin, dan mineral sekaligus.

Dalam 28 gram kacang Brazil terdapat sekitar 4,05 gram protein dan 19 gram lemak. Porsi yang sama untuk pecan hanya memberi 2,6 gram protein, sementara lemaknya mencapai 20,4 gram.

Karena lemaknya jauh lebih dominan, kacang lebih cocok dijadikan camilan atau topping. Nilai gizinya tetap baik, hanya saja kurang tepat sebagai sumber protein utama.

5. Telur

Telur mudah didapat dan sering diandalkan untuk memenuhi kebutuhan protein. Namun kandungan lemaknya juga tidak bisa diabaikan.

Ahli diet Dru Rosales menilai protein dan lemak dalam telur jumlahnya relatif berimbang. Anggapan bahwa telur murni sumber protein hewani pun perlu dikoreksi.

Telur tetap aman dikonsumsi selama takaran sajiannya disesuaikan dengan kebutuhan harian.

Kelima makanan di atas tetap punya nilai gizi, hanya saja porsinya perlu lebih hati-hati. Mengenali komposisi protein dan lemaknya membantu Anda menyusun pola makan yang lebih terkontrol.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua