Sterling Stabil Usai PDB Inggris Melampaui Perkiraan Pasar
JAKARTA – Sterling diperdagangkan hampir tanpa perubahan pada hari Jumat, tidak terpengaruh oleh data PDB Inggris yang lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, euro melemah karena para investor mulai bersiap menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat yang diproyeksikan memperkuat alasan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada pekan depan.
Pound Inggris berada pada tingkatan 1,3504 atau mengalami penurunan sebesar 0,06 persen. Pada saat yang sama, EUR/USD mengalami penurunan 0,09 persen menuju 1,1599 per pukul 17:10 WIB.
Dolar saat ini sedang membangun kembali korelasi positif dengan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang, berdasarkan penuturan dari Francesco Pesole selaku ahli strategi forex di ING. "Kami terus melihat potensi kenaikan bagi dolar," kata Pesole, menambahkan bahwa pembelian kembali Treasury yang lebih kecil dari perkiraan dan keengganan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk melawan pasar obligasi telah membantu memulihkan hubungan tersebut sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Kenaikan harga minyak sebesar 15 persen sejak ketegangan Teluk meningkat serta berhentinya pelemahan yen turut mendorong perpindahan ke arah defensif kembali ke dolar. Pesole menambahkan bahwa DXY 100 saat ini tidak lagi menjadi target yang jauh, melainkan sudah menjadi tujuan yang pasti.
Pasar telah memperhitungkan 18 basis poin bagi pertemuan FOMC pada pekan depan sebelum rilis data CPI Agustus pada hari Jumat. Konsensus berada di angka 0,4 persen untuk angka utama dan 0,2 persen untuk inti dalam hitungan bulanan.
Ketua Fed Kevin Warsh menetapkan standar yang tinggi pada data untuk membatalkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Di sisi lain, Gubernur Christopher Waller bersikap lebih dovish dengan menyebutkan bahwa kenaikan mungkin tidak dibutuhkan apabila inflasi terus membaik.
Pesole mengungkapkan bahwa data CPI yang melemah berpotensi membebani dolar. Namun, hal tersebut kemungkinan tidak akan menurunkan peluang kenaikan pada bulan September di bawah 50 persen.
Ketahanan pound Inggris tidak didorong utama oleh faktor fundamental Inggris, meskipun terjadi penjualan kembali pada gilts. Imbal hasil 10 tahun berada di dekat 5,5 persen dan imbal hasil 30 tahun mendekati 6 persen, suatu pergerakan yang dinilai ING mencerminkan beta yang lebih tinggi terhadap Treasury AS ketimbang tekanan fiskal domestik.
PDB Inggris mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen pada bulan Juli, melampaui perkiraan setelah sebelumnya naik 0,3 persen pada Juni. Sekitar separuh dari peningkatan tersebut berasal dari sektor IT yang dinilai ING berpotensi memperoleh dorongan investasi berbasis AI. Komitmen Menteri Keuangan Rachel Reeves terhadap disiplin anggaran dinilai berhasil dalam pengertian tersebut, meskipun hal itu memberi sedikit ruang bagi langkah-langkah pro-pertumbuhan.
BofA memperkirakan Bank of England bakal mempertahankan suku bunga pada level 3,75 persen pekan depan melalui pemungutan suara 6-3. Pill, Greene, dan Mann tidak sependapat dan mendukung kenaikan, dengan pertimbangan bahwa penentuan harga pasar yang hampir mencapai empat kali kenaikan di tahun depan dinilai terlalu berlebihan.
Euro mendapatkan sedikit dukungan dari kenaikan suku bunga ECB yang hawkish pada hari Kamis. Langkah ini terjadi usai Presiden Christine Lagarde mengindikasikan pengetatan lanjutan dengan Oktober sudah pasti masuk dalam pertimbangan, serta proyeksi inflasi 2028 yang dinaikkan menjadi 2,1 persen untuk angka utama dan 2,3 persen untuk inti.
ING telah mengurangi keyakinan pada target EUR/USD 1,150 akibat adanya pergeseran hawkish tersebut. Meski demikian, Pesole menyatakan bahwa risiko penurunan masih belum menghilang menjelang keputusan Fed pekan depan.
Target kuartal keempat dari ING mencakup GBP/USD 1,33 dan EUR/GBP 0,87, berdampingan dengan target EUR/USD 1,150. Kepastian kenaikan suku bunga Fed bulan September atau data CPI yang lebih lemah yang menekan ekspektasi inflasi menjadi lebih rendah akan dibutuhkan guna mengubah pandangan bullish terhadap dolar tersebut.