Breaking

Pound Naik dan Dolar Melemah Akibat Ekspektasi Suku Bunga Fed

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 14 Agustus 2026
Pound Naik dan Dolar Melemah Akibat Ekspektasi Suku Bunga Fed
Ilustrasi Pound (FOTO : NET)

JAKARTA – Sterling diperdagangkan lebih tinggi pada hari Jumat bersamaan dengan penguatan euro, seiring pasar mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan lanjutan oleh Federal Reserve akibat laporan CPI yang cenderung dovish meski belum memberi sinyal pasti.

GBP/USD melonjak 0,26 persen menuju 1,3521, sedangkan EUR/USD terangkat 0,21 persen hingga menyentuh 1,1553 pada pukul 11:45 WIB.

"Kami tetap memiliki preferensi terhadap pelemahan dolar, karena kami masih percaya bahwa keyakinan pasar terhadap pengetatan lebih lanjut oleh Federal Reserve terlalu kuat," kata Francesco Pesole, ahli strategi FX di ING sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pesole menambahkan bahwa kondisi perdagangan musim panas selepas rilis CPI menyebabkan volatilitas pasar valuta asing tetap tertahan, di mana dinamika tersebut diprediksi berlanjut setidaknya selama beberapa pekan mendatang sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pernyataan para pejabat Fed menjadi pemicu utama pergerakan jangka pendek, di tengah ketidakpastian yang kian melonjak menjelang Simposium Jackson Hole di akhir Agustus.

Sinyal berlawanan muncul pada Kamis kemarin, saat Beth Hammack dari Fed tetap mendorong argumen pengetatan suku bunga, sementara Tom Barkin justru meragukan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut. Para pelaku pasar kini memantau apakah pejabat yang bersikap lebih moderat mulai melunakkan pandangan hawkish mereka.

Agenda ekonomi AS pada Jumat menampilkan data penjualan ritel bulan Juli yang diproyeksikan tumbuh tipis 0,1 persen secara bulanan, berbarengan dengan survei sentimen Universitas Michigan yang diperkirakan stabil.

Lompatan mata uang sterling pada hari Jumat bukan dipicu faktor fundamental domestik Inggris, melainkan dampak langsung dari pelemahan dolar secara keseluruhan. Tidak terdapat rilis data ekonomi utama maupun kebijakan baru di Inggris yang berpotensi menggerakkan nilai tukar pound secara mandiri.

Terkait euro, model analisis ING menempatkan estimasi nilai wajar jangka pendek EUR/USD pada rentang 1,1600 hingga 1,1650, yang didorong oleh pengetatan sekitar 10 basis poin pada spread suku bunga swap dua tahun.

Kondisi tersebut memperkuat pandangan positif ING terhadap EUR/USD, walaupun Pesole memperingatkan bahwa kenaikan di atas 1,160 sulit terwujud dalam beberapa hari mendatang tanpa adanya kejutan dovish dari komunikasi pejabat Fed.

ING mencatat adanya fondasi dukungan teknis yang kian solid di kisaran area 1,1500. Di saat bersamaan, data estimasi kedua PDB kuartal II kawasan euro dirilis pada Jumat tanpa perubahan dari angka awal sebesar 0,4 persen secara kuartalan.

Target jangka pendek ING memproyeksikan EUR/USD berada tepat di bawah level 1,1600, dengan potensi penembusan level yang lebih tinggi sangat bergantung pada peralihan nada pejabat Fed menjadi lebih dovish saat simposium Jackson Hole.

Apabila pergeseran nada tersebut tidak terjadi, Pesole menilai para pelaku pasar yang optimistis kemungkinan besar akan memilih bertahan pada area dukungan teknis 1,1500 daripada memaksakan dorongan ke level tertinggi baru sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua