Lima Pilar Strategi PTPN I Perkuat Daya Saing Internasional
JAKARTA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I (Persero) menegaskan arah transformasi menuju korporasi agroindustri yang tangguh, modern, dan berdaya saing global. Direktur Utama Abdul Rivai Ras menyampaikan hal itu dalam Forum Komunikasi Strategis Commander’s Call yang digelar di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Rivai menekankan bahwa transformasi perusahaan harus berlandaskan pemahaman utuh terhadap kondisi PTPN I sebagai pengelola portofolio komoditas strategis, mulai dari karet, teh, kopi, tembakau, kelapa, pala, hingga tebu dan gula. Tantangan yang dihadapi mencakup dinamika pasar, produktivitas, implementasi ESG, pengelolaan aset, hingga konflik agraria.
Empat fokus transformasi ditetapkan, yakni optimalisasi operasional dan produktivitas, penguatan kepatuhan dan keberlanjutan (ESG), mitigasi risiko dan resolusi konflik, serta penguatan ketahanan dan ekspansi pasar. Implementasi didukung oleh percepatan digitalisasi, validasi aset berbasis sistem geospasial, penguatan kinerja keuangan, pengembangan SDM, serta pembentukan Mobile Task Force berbasis teknologi informasi untuk pengamanan aset.
“Transformasi harus menjadi budaya kerja. Setiap keputusan, langkah, dan inovasi harus bermuara pada peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, serta penciptaan nilai bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rivai sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Ia menegaskan keberhasilan transformasi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh insan perusahaan dengan profesionalisme dan integritas. PTPN I berkomitmen untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, hilirisasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.