Pound Menguat dan Euro Pangkas Kenaikan akibat Inflasi IHK Inggris 2,9 persen
JAKARTA – Pasangan mata uang EUR/GBP memangkas kenaikan di sekitar 0,8555 selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Pound Inggris (GBP) menarik beberapa pembeli terhadap Euro (EUR) menyusul data inflasi Inggris, sementara Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Christine Lagarde dijadwalkan akan berbicara lebih lanjut pada hari Rabu.
Data yang dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) pada hari Rabu menunjukkan bahwa inflasi utama Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris naik ke 2,9% secara tahunan pada bulan Juli dari 2,6% pada bulan Juni. Angka ini sesuai dengan ekspektasi pasar sebesar 2,9%, dengan ONS mengatakan bahwa hal ini didorong oleh "kenaikan tajam" harga gas setelah kenaikan batas harga energi rumah tangga sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Sementara itu, IHK inti, yang mengecualikan item makanan dan energi yang volatil, naik 2,6% secara tahunan pada bulan Juli, dibandingkan 2,6% sebelumnya, lebih panas dari prakiraan 2,5%. Secara bulanan, IHK utama naik 0,3% pada bulan Juli, dibandingkan kenaikan 0,1% pada bulan Juni, sejalan dengan konsensus pasar sebesar 0,3%.
Penetapan harga pasar uang menunjukkan ekonom City memprakirakan satu kali kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) pada akhir tahun, yang akan mengangkat suku bunga Bank dari 3,75% menjadi 4,0%.
Dari sisi Zona Euro, kepala ekonom ECB Philip Lane mengatakan pada hari Selasa bahwa inflasi Zona Euro di 3% masih terlalu tinggi meskipun tampak moderat dibandingkan level sebelumnya. Pasar kini memprakirakan kelanjutan siklus kenaikan suku bunga ECB, dengan ECB Watch Tool menunjukkan peluang 90% hingga 94% untuk kenaikan 25 basis poin (bp) ke 2,50% pada pertemuan kebijakan bulan September.