Harga Kripto Melesat Hari Ini Ditopang 4 Faktor Utama
JAKARTA – Harga kripto kompak menguat pada Rabu waktu AS. Bitcoin (BTC) melonjak sekitar 8% hingga menyentuh $68.418, sementara Ethereum (ETH) naik 8,4% ke $2.081. Solana (SOL), XRP, BNB, Hyperliquid (HYPE), dan Dogecoin (DOGE) juga ikut menguat.
Reli ini didorong empat faktor utama, yakni buyback obligasi Treasury AS, likuidasi besar posisi short, arus masuk ETF Bitcoin dan Ethereum, serta optimisme regulasi kripto di AS.
Salah satu pemicu reli datang dari pasar obligasi Amerika Serikat. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menggandakan rencana buyback obligasi Treasury untuk membantu meredakan kekhawatiran terkait likuiditas di pasar utang pemerintah AS.
Langkah tersebut mendapat respons positif dari investor karena dinilai dapat membantu memperbaiki kondisi likuiditas. Yield Treasury AS tenor 30 tahun kemudian turun dari level tertinggi dalam 19 tahun menjadi sekitar 5,187%.
Perubahan kondisi tersebut ikut meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin karena mendapatkan dorongan ketika risk appetite investor meningkat.
Reli berbasis likuiditas juga terlihat di luar pasar kripto. Emas dan perak turut mencatat kenaikan ketika sentimen pasar membaik.
Reli Bitcoin semakin agresif setelah posisi trader yang bertaruh terhadap penurunan harga terkena gelombang likuidasi.
Data CoinGlass menunjukkan sekitar $1,31 miliar posisi kripto dilikuidasi hanya dalam waktu satu jam. Dari jumlah tersebut, sekitar $1,23 miliar berasal dari posisi short.
Dalam periode harian, total likuidasi mencapai sekitar $1,57 miliar dengan sekitar $1,41 miliar di antaranya berasal dari posisi short. Sebanyak 114.038 trader dilaporkan terkena likuidasi.
Gelombang tersebut menciptakan kondisi yang dikenal sebagai short squeeze.
Ketika harga bergerak naik dengan cepat, posisi short dengan leverage yang tidak memiliki margin cukup akan ditutup secara paksa. Tekanan tersebut kemudian dapat memperbesar momentum kenaikan yang sudah berlangsung.
Bitcoin akhirnya melesat hingga $69.000, sementara Ethereum menembus $2.000. Reli juga menjalar ke sejumlah aset kripto lainnya.
Aktivitas derivatif Ethereum ikut meningkat. Open interest ETH sempat naik dari sekitar $11,7 miliar menjadi $13 miliar sebelum bergerak turun menuju $12,5 miliar.
Permintaan melalui produk exchange-traded fund (ETF) juga menjadi faktor lain yang mendukung sentimen pasar.
Berdasarkan data SoSoValue, spot Bitcoin ETF mencatat net inflow sebesar $189 juta pada 18 Agustus 2026.
Spot Ethereum ETF juga membukukan net inflow sekitar $71,47 juta. Produk ETHA milik BlackRock menjadi kontributor terbesar dengan inflow sekitar $64,68 juta.
Arus dana tersebut sudah terjadi sebelum reli besar Bitcoin dan Ethereum berlangsung. Kondisi ini menunjukkan adanya permintaan melalui produk investasi institusional ketika pasar kripto mulai kembali menguat.
Sentimen positif berikutnya datang dari perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan tertutup di White House bersama regulator dan sejumlah eksekutif industri kripto. Pertemuan tersebut membahas perkembangan Clarity Act dan tokenisasi.
Sejumlah pejabat dan pelaku industri keuangan turut terlibat, termasuk Ketua SEC Paul Atkins, Ketua CFTC Mike Selig, serta perwakilan dari Nasdaq, NYSE, CME Group, dan DTCC.
Keterlibatan berbagai institusi tersebut meningkatkan optimisme terhadap perkembangan regulasi aset kripto dan penggunaan teknologi blockchain dalam infrastruktur pasar keuangan AS.
Meski demikian, perkembangan tersebut masih berupa pembahasan dan optimisme pasar. Pertemuan itu tidak berarti Clarity Act telah resmi disahkan.
Kenaikan harga kripto kali ini ditopang oleh kombinasi faktor makro, aktivitas pasar derivatif, permintaan institusional, dan sentimen regulasi.
Rencana buyback Treasury AS membantu memperbaiki risk appetite, kemudian kenaikan Bitcoin memicu gelombang likuidasi posisi short yang mempercepat reli.
Pada saat bersamaan, arus masuk ETF Bitcoin dan Ethereum serta optimisme regulasi AS memberi dukungan tambahan terhadap sentimen pasar.