MUFG Sebut Kenaikan Dolar AS Terbatas Akibat Imbal Hasil Mereda
JAKARTA – Pengamat dari MUFG, Lloyd Chan, mencatat Dolar AS mengalami pelemahan usai Menteri Keuangan AS Bessent mengumumkan perluasan program pembelian kembali Treasury bertenor panjang secara signifikan, sehingga menekan turun imbal hasil jangka panjang.
Chan menilai melandainya ekspektasi pengetatan dari The Fed serta langkah penahanan imbal hasil tenor panjang berpotensi membatasi penguatan Dolar AS, sehingga reli lanjutan yang bertahan lama makin sulit terwujud tanpa lonjakan inflasi atau kenaikan imbal hasil AS.
"Dolar AS melemah setelah Menteri Keuangan AS Bessent mengumumkan perluasan signifikan operasi pembelian kembali Treasury bertenor panjang, sebuah langkah untuk meredakan tekanan dari kenaikan imbal hasil tenor jangka panjang," kata Chan sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Ke depan, ekspektasi pengetatan The Fed yang mereda dan upaya Treasury untuk menahan imbal hasil di ujung panjang dapat terus membatasi kenaikan Dolar," ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Tanpa kenaikan kembali inflasi atau imbal hasil AS, hambatan untuk reli Dolar lainnya yang berkelanjutan menjadi semakin tinggi," tutur Chan sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Meskipun buyback saja kemungkinan tidak akan mengubah fundamental jangka panjang, langkah ini memang menandakan kesediaan pengambil kebijakan untuk menahan kenaikan imbal hasil lebih lanjut," jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Ini menunjukkan bahwa cerita suku bunga relatif yang telah mendukung Dolar mulai memudar," pungkas Chan sebagaimana dilansir dari berita sumber.