Rupiah Turun Enam Hari Beruntun ke Rp 17.753 Per Dolar AS
JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot terus mengalami tekanan hingga penutupan perdagangan hari ini. Pada Kamis (17/9/2026), rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.753 per dolar Amerika Serikat (AS).
Capaian tersebut membuat rupiah mengalami pelemahan sebesar 0,33% jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp 17.696 per dolar AS. Kondisi ini menyebabkan nilai tukar rupiah tercatat telah melemah selama enam sesi secara berturut-turut.
Hingga pukul 15.00 WIB, pergerakan berbagai mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi. Won Korea Selatan menjadi mata uang yang mengalami pelemahan paling dalam di Asia setelah anjlok 0,59%.
Selanjutnya, ringgit Malaysia terkoreksi sebesar 0,54% dan dolar Taiwan ditutup mengalami penurunan 0,27%. Mengikuti tren tersebut, peso Filipina turut ditutup tergelincir sebesar 0,02%.
Sementara itu, dolar Hong Kong tercatat melemah tipis 0,008% terhadap the greenback pada sore ini.
Di sisi lain, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan tertinggi di Asia setelah melesat 0,37%. Kemudian, dolar Singapura menguat sebesar 0,15%.
Adapun baht Thailand dan rupee India sama-sama menguat sebesar 0,07%. Tren ini disusul oleh yuan China yang tercatat menguat tipis 0,007%.