Breaking

KLBF Tetap Incar Akuisisi, Tapi Lebih Selektif karena Valuasi Tinggi

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 11 September 2026
KLBF Tetap Incar Akuisisi, Tapi Lebih Selektif karena Valuasi Tinggi
Ilustrasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih mempertahankan merger dan akuisisi (M&A) sebagai salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan. (sumber foto: NET)

JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih mempertahankan merger dan akuisisi (M&A) sebagai salah satu strategi untuk mendorong pertumbuhan. Namun, perusahaan akan lebih selektif dalam menjalankan aksi tersebut karena valuasi di pasar M&A saat ini dinilai cukup tinggi.

Direktur Keuangan KLBF Kartika Setiabudy mengatakan strategi M&A diperlukan untuk melengkapi pertumbuhan organik perusahaan. Di tengah kondisi pasar yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, KLBF perlu menemukan sumber pertumbuhan tambahan.

“Akuisisi ini memang menjadi satu strategi yang kami lakukan secara terus-menerus, kami berupaya untuk mereview opportunity yang ada dari sisi inorganik,” katanya dalam paparan publik, Jumat (11/9), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kartika menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam menjalankan strategi M&A adalah menemukan target yang sesuai dengan kebutuhan KLBF. Akuisisi yang dilakukan diharapkan dapat menghasilkan sinergi dengan bisnis yang sudah dimiliki perusahaan.

Menurutnya, sejumlah akuisisi yang sebelumnya dilakukan KLBF masih berada dalam proses integrasi. Perusahaan juga masih membangun sinergi agar transaksi tersebut dapat memberikan manfaat terhadap bisnis yang telah berjalan.

Ke depan, KLBF memastikan strategi M&A akan tetap dilanjutkan. Kendati demikian, keputusan untuk melakukan transaksi akan mempertimbangkan tingkat valuasi serta potensi imbal hasil yang bisa diperoleh dari aksi akuisisi.

Kartika menyebut valuasi di pasar M&A saat ini tergolong tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan KLBF agar setiap transaksi yang dilakukan tetap menghasilkan tingkat pengembalian serta periode pengembalian investasi yang sesuai.

“Saat ini secara market M&A itu memang cukup tinggi, ini menjadi salah satu pertimbangan untuk kami karena kita juga harus mempertimbangkan return atau payback yang dihasilkan,” kata dia, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua