Breaking

Investor Cermati Risiko BYAN dan Normalisasi Saham

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 01 September 2026
Investor Cermati Risiko BYAN dan Normalisasi Saham
Ilustrasi Investor diingatkan terhadap risiko koreksi pada saham BYAN terkait rumor akuisisi yang belum terbukti. (sumber foto: NET)

JAKARTA — Peta emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI mengalami perubahan sepanjang 2026. Tekanan pada sejumlah saham besar membuat posisi teratas bergeser dibandingkan akhir 2025.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi salah satu yang paling tertekan. Market cap BREN turun dari Rp1.298 triliun di akhir 2025 menjadi Rp444 triliun per 31 Agustus 2026, menempatkannya di posisi kelima.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga mengalami penurunan tajam. Dari Rp778 triliun di akhir 2025, kini hanya tersisa Rp214 triliun.

Perusahaan lain milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), keluar dari jajaran 10 besar. Market cap TPIA menyusut dari Rp606 triliun menjadi Rp169 triliun.

Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih mempertahankan posisi puncak dengan market cap Rp790 triliun. Posisi kedua ditempati PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp488 triliun, sementara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik ke posisi keempat dengan Rp469 triliun.

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas Indonesia Fath Aliansyah menyebut penurunan BREN dan DSSA dipicu oleh perubahan konstituen indeks global. MSCI mengeluarkan keduanya dalam rebalancing Mei 2026 karena masuk kategori High Shareholding Concentration. FTSE Russell juga menghapus DSSA dalam tinjauan Juni 2026.

“Penurunan ini tidak hanya terlihat di kedua saham itu, tetapi saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar lainnya. Meskipun penurunannya tidak signifikan dua saham tersebut,” jelas Fath sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selain BYAN, perubahan mencolok terjadi pada PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang berhasil masuk jajaran 10 besar dengan market cap Rp265 triliun.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai perubahan peta kapitalisasi pasar mencerminkan ekspektasi investor terhadap valuasi dan fundamental emiten.

“Perubahan peta kapitalisasi pasar saham-saham terbesar di BEI sepanjang 2026 merupakan kombinasi antara re-rating atau de-rating valuasi, perubahan ekspektasi terhadap prospek fundamental emiten, serta sentimen dan rumor korporasi,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

MORA mendapat sentimen positif dari merger dengan MyRepublic yang dinilai memberi potensi sinergi melalui perluasan basis pelanggan dan efisiensi operasional.

“Masuknya MORA ke jajaran kapitalisasi pasar terbesar juga mencerminkan ekspektasi pasar terhadap sinergi pasca merger dengan MyRepublic, terutama dari sisi perluasan basis pelanggan, efisiensi operasional, dan penguatan posisi di industri fixed broadband,” ucap Nafan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Namun, Nafan mengingatkan risiko pada BYAN terkait rumor akuisisi oleh Haji Isam yang belum terbukti.

“Apabila rumor akuisisi tersebut pada akhirnya tidak terealisasi, ada risiko koreksi tetap ada karena sebagian investor yang masuk berdasarkan ekspektasi aksi korporasi dapat melakukan profit taking atau sell on news,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menilai penurunan market cap BREN, DSSA, dan TPIA menunjukkan normalisasi valuasi setelah apresiasi tinggi sebelumnya. Investor kini lebih selektif terhadap pertumbuhan laba dan kualitas fundamental.

“Penurunan market cap BREN, DSSA, dan TPIA menunjukkan adanya normalisasi valuasi setelah sebelumnya mengalami apresiasi yang sangat tinggi, sehingga investor menjadi lebih selektif terhadap pertumbuhan laba dan kualitas fundamental,” kata Nafan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurutnya, market cap bisa menjadi sinyal awal screening saham, tetapi belum cukup sebagai dasar keputusan investasi tanpa mempertimbangkan valuasi dan fundamental.

Untuk saham berkapitalisasi besar, Nafan merekomendasikan:

  • BBCA target Rp7.900
  • BBRI target Rp3.440
  • BMRI target Rp4.720

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua