Breaking

CPIN Turun Kelas, Mirae Asset Prediksi IHSG Uji Resistance 6.454

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 14 Agustus 2026
CPIN Turun Kelas, Mirae Asset Prediksi IHSG Uji Resistance 6.454
Ilustrasi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diturunkan ke MSCI Global Small Cap Index mulai 1 September 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Hasil August 2026 Index Review MSCI sesuai dengan ekspektasi sejumlah analis.

Dalam keputusan terbaru, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diturunkan klasifikasinya dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index.

Sementara itu, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dihapus dari MSCI Indonesia Investable Market Index. Seluruh perubahan akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026 dan mulai efektif pada 1 September 2026.

Alasan GOTO Dihapus
MSCI menyoroti potensi masalah dalam replikasi indeks yang disebabkan oleh rendahnya likuiditas saham GOTO.

Saham GOTO telah diperdagangkan di level batas bawah Rp50 sejak Mei. Kondisi tersebut menyulitkan investor untuk mereplikasi pergerakan indeks secara efektif.

MSCI sebelumnya telah membekukan sejumlah perubahan terhadap GOTO karena risiko index replicability, yaitu kemampuan investor yang mengikuti indeks untuk membeli dan menjual saham dalam jumlah yang memadai.

Dampak terhadap Pasar
Analis Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan dampak langsung keputusan MSCI diperkirakan lebih bersifat teknikal.

Perubahan indeks dapat memicu arus dana keluar atau passive outflows menjelang implementasi pada akhir Agustus. Tekanan tersebut terutama berpotensi terkonsentrasi pada saham-saham yang terkena perubahan langsung.

Tidak adanya saham Indonesia yang ditambahkan ke MSCI Global Standard Index juga berarti tidak terdapat arus dana masuk baru yang dapat mengimbangi potensi tekanan.

Meski demikian, dampak terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara keseluruhan diperkirakan relatif terbatas. Pasar akan mencermati pergerakan dana asing dan kebijakan MSCI terkait tingkat investabilitas pasar Indonesia.

Sejumlah analis memperkirakan perubahan tersebut berpotensi memicu arus dana keluar hingga sekitar Rp1 triliun, meskipun dampaknya terhadap IHSG dipandang tidak terlalu besar.

Sinyal Teknikal IHSG
Analis Teknikal Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji menilai IHSG masih menunjukkan sinyal positif dalam jangka pendek.

Pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, IHSG ditutup di level 6.373,849, menguat 1,69%.

"Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa IHSG berhasil membentuk rebound yang solid dari area MA20, memberikan sinyal positif terhadap tren jangka pendek,” kata Nafan, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dari sisi indikator teknikal, MA20 dan MA60 telah membentuk golden cross. Kondisi tersebut mengindikasikan penguatan momentum.

Indikator RSI juga berpotensi membentuk golden cross. Sementara itu, indikator Stochastic K-D menunjukkan sinyal positif.

Dengan kondisi tersebut, strategi yang disarankan adalah mengakumulasi saham pilihan dengan fundamental solid, terutama saham yang masih memiliki valuasi relatif murah. Investor juga dapat mencermati saham yang mulai menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah atau reversal.

Level Support dan Resistance
Nafan memetakan level teknikal IHSG sebagai berikut:

Support: 6.292 dan 6.242.

Resistance: 6.406 dan 6.454.

Apabila IHSG mampu menembus area resistance, momentum positif berpotensi berlanjut. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level support dapat meningkatkan risiko koreksi.

Prospek Saham CPIN
Secara teknikal, saham CPIN berada dalam fase akumulasi.

Nafan memproyeksikan beberapa target harga CPIN:

Target harga pertama: Rp3.210, dengan potensi kenaikan 1,90%.

Target harga kedua: Rp3.250, dengan potensi kenaikan 3,17%.

Target harga ketiga: Rp3.630, dengan potensi kenaikan 15,24%.

Area support CPIN berada di level Rp3.080 dan Rp3.010.

Meskipun CPIN keluar dari MSCI Global Standard Index, saham tersebut tetap masuk dalam MSCI Global Small Cap Index. Karena itu, tekanan dari investor yang mereplikasi indeks Standard dapat sebagian diimbangi oleh permintaan dari investor Small Cap.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua