Breaking

Goldman Sachs Prediksi Laba STOXX Europe 600 Tumbuh 15 Persen

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 14 Agustus 2026
Goldman Sachs Prediksi Laba STOXX Europe 600 Tumbuh 15 Persen
Ilustrasi Goldman Sachs menaikkan proyeksi pertumbuhan laba EPS STOXX Europe 600 menjadi 15% pada 2026. (sumber foto: NET)

JAKARTA - Goldman Sachs menaikkan proyeksi pertumbuhan laba per saham atau earnings per share (EPS) untuk indeks STOXX Europe 600 pada 2026 menjadi 15% dari sebelumnya 10%.

Kenaikan proyeksi tersebut didukung musim laporan keuangan kuartal kedua yang kuat dan kondisi ekonomi yang dinilai tetap tangguh.

Bank investasi tersebut memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil global melambat menjadi 2,5% secara tahunan pada 2026.

Perlambatan ekonomi global diperkirakan menghadapi tekanan dari kenaikan harga energi yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. Inflasi inti global diproyeksikan berada di level 2,8% pada akhir 2026.

Goldman Sachs menilai tekanan inflasi dari tarif akan mereda. Inflasi sektor perumahan dan upah juga diperkirakan kembali normal, meskipun dampak kenaikan harga energi masih menjadi faktor penyeimbang.

Prospek Ekonomi AS
Untuk Amerika Serikat, Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan PDB riil sebesar 2,1% secara kuartal keempat dibandingkan kuartal keempat pada 2026.

Proyeksi tersebut mencerminkan pertumbuhan belanja konsumen yang terbatas. Namun, ekonomi AS tetap mendapat dukungan dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), peningkatan kekayaan ekuitas, dan belanja modal yang kuat.

Inflasi personal consumption expenditures (PCE) inti diperkirakan mencapai 2,9% pada Desember 2026. Tekanan tersebut dipengaruhi efek tarif, kenaikan harga energi, dan permintaan yang berkaitan dengan AI.

Goldman Sachs memperkirakan inflasi PCE inti turun mendekati 2% pada 2027 setelah faktor-faktor tersebut mereda. Tingkat pengangguran AS diproyeksikan berada di level 4,4% pada akhir 2026.

Bank tersebut juga memperkirakan Federal Reserve mempertahankan suku bunga kebijakan di kisaran 3,5%-3,75% hingga akhir 2026.

Prospek Zona Euro
Di kawasan Euro, Goldman Sachs memproyeksikan pertumbuhan PDB riil sebesar 0,8% secara kuartal keempat dibandingkan kuartal keempat pada 2026.

Pertumbuhan tersebut akan ditopang data aktivitas ekonomi yang tangguh. Namun, kawasan tersebut masih menghadapi tekanan dari harga energi yang tinggi dan kepercayaan konsumen yang lemah.

Inflasi inti diperkirakan mencapai puncak 2,7% secara tahunan pada kuartal pertama 2027. Setelah itu, inflasi diproyeksikan turun menjadi 2% pada akhir 2028.

Goldman Sachs memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga satu kali lagi sebesar 25 basis poin pada September.

Dengan kenaikan tersebut, suku bunga kebijakan ECB diproyeksikan mencapai puncak 2,5%. Namun, risiko kebijakan masih condong ke arah pengetatan lebih lanjut.

Prospek China dan Risiko Energi
Untuk China, Goldman Sachs memperkirakan pertumbuhan PDB riil mencapai 4,6% secara tahunan pada 2026.

Pertumbuhan ekonomi China akan didukung peningkatan belanja fiskal dan ekspor yang tetap kuat. Namun, lemahnya permintaan domestik masih menjadi tekanan.

Inflasi indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) diproyeksikan masing-masing mencapai 1% dan 2% secara tahunan pada tahun ini. Kenaikan tersebut sebagian besar dipengaruhi penerusan harga komoditas.

Goldman Sachs menyatakan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Bank tersebut menilai situasi masih berubah-ubah, terutama terkait aliran minyak melalui kawasan tersebut.

Kenaikan harga energi menjadi salah satu risiko utama terhadap proyeksi pertumbuhan laba saham Eropa. Meski demikian, Goldman Sachs tetap menaikkan proyeksi EPS STOXX Europe 600 karena kinerja laporan keuangan kuartal kedua dan ketahanan ekonomi kawasan.

Dana yang diperdagangkan di bursa Vanguard MSCI Europe (VGK) berada di level $92,37, naik $0,12 atau 0,12%. Harga minyak menguat 1,42%.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua