3 Rekomendasi Varian Colokan Pengisian Mobil Listrik yang Populer di Indonesia
- Rabu, 18 Februari 2026
JAKARTA - Mobil listrik makin populer di Indonesia seiring semakin banyaknya model kendaraan ramah lingkungan yang tersedia di pasar dengan rentang harga mulai dari Rp 200 jutaan. Di tengah antusiasme tersebut, memahami jenis colokan untuk mengisi baterai kendaraan menjadi hal penting agar pemilik tidak salah memilih saat berada di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) maupun saat pengisian di rumah.
Pentingnya Tipe Colokan Untuk Pengguna Mobil Listrik
Sebelum memutuskan membeli mobil listrik, calon pengguna perlu tahu bahwa tidak semua mobil memakai tipe konektor yang sama. Hal ini krusial karena pola dan model soket pengisian berbeda antar merek, sehingga kompatibilitas dengan SPKLU atau perangkat cas di rumah harus dipastikan. Di Indonesia, yang diatur secara resmi melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2020, ada beberapa standar tipe colokan yang berlaku di dalam negeri bagi kendaraan listrik.
Baca JugaPemerintah Optimalkan Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap di Tiga Provinsi
Pemahaman mengenai tipe colokan bukan hanya soal kecocokan fisik, namun juga memengaruhi kecepatan pengisian daya, biaya, dan pengalaman berkendara sehari-hari. Tanpa pengetahuan ini, pengguna bisa menghadapi tantangan saat ingin melakukan cas cepat di SPKLU atau bahkan saat menggunakan fasilitas charging di rumah.
Colokan Arus Bolak-balik (AC) dengan Konektor Type-2
Jenis colokan pertama adalah yang dirancang untuk arus bolak-balik atau alternating current charging system, yang umumnya dikenal sebagai konektor Type-2. Tipe ini sering dijumpai sebagai colokan standar yang disertakan dalam paket pembelian mobil listrik baru oleh pabrikan supaya bisa diisi di rumah melalui soket listrik biasa.
Konektor Type-2 memiliki ciri fisik 7 lubang dan pada beberapa SPKLU diberi selubung berwarna merah untuk menandainya, meskipun pada praktiknya tidak selalu berwarna. Karena menggunakan arus AC, pengisian daya lewat konektor ini relatif lebih lambat dibandingkan konektor lain yang menggunakan arus searah (direct current).
Charge dengan konektor Type-2 umumnya cocok untuk kebutuhan harian seperti saat mengisi daya semalaman di rumah atau di garasi. Namun, untuk pengisian cepat di SPKLU saat dalam perjalanan jauh, konektor ini biasanya tidak menjadi pilihan utama karena durasinya lebih lama.
Tipe CHAdeMO: Pengisian Cepat Arus Searah
Varian kedua dari colokan kendaraan listrik adalah tipe direct current charging system yang memakai konektor dengan konfigurasi AA series. Tipe ini populer disebut CHAdeMO, yang dalam praktiknya sering diberi penanda selubung berwarna hijau pada SPKLU.
Bentuk konektor CHAdeMO memiliki empat lubang dan dirancang untuk memungkinkan pengisian cepat karena arus listrik langsung menuju baterai tanpa melalui on board charger. Hal ini membuat proses pengisian menjadi lebih efisien dan cepat dibandingkan tipe arus bolak-balik.
Beberapa model kendaraan yang biasanya menggunakan konektor tipe CHAdeMO meliputi Nissan Leaf, Mitsubishi Outlander PHEV, Toyota Prius Plug-in Hybrid, dan sejumlah produk mobil listrik dari pabrikan Jepang lainnya.
CCS2: Konektor Gabungan Arus AC dan DC
Pilihan ketiga adalah sistem pengisian kombinasi yang dikenal sebagai combined charging system atau CCS2. Tipe adaptor ini memakai arus DC untuk pengisian cepat, serta bentuknya menyerupai konektor Type-2 yang dilengkapi tambahan dua lubang di bagian bawahnya. Di beberapa fasilitas SPKLU, konektor CCS2 diberi selubung warna biru.
Keunggulan utama konektor CCS2 adalah fleksibilitasnya, karena bisa melayani pengisian cepat (fast charging) sekaligus kompatibel dengan arus bolak-balik. Banyak kendaraan listrik merek global, termasuk model dari Hyundai, Chery, BYD, dan AION, yang telah mendukung soket ini.
Karena kemampuannya dalam mengakomodasi kedua jenis arus dan pengisian daya cepat, CCS2 menjadi favorit di banyak SPKLU modern maupun yang terletak di jalan tol dan pusat perbelanjaan.
Memilih Tipe Colokan yang Tepat Untuk Kebutuhan
Bagi pengguna kendaraan listrik, pemilihan tipe colokan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta lingkungan pengisian daya. Pengisian dengan konektor Type-2 ideal untuk penggunaan sehari-hari di rumah atau kantor, sementara konektor CHAdeMO dan CCS2 lebih tepat dipilih saat membutuhkan pengisian cepat di fasilitas umum.
Selain itu, penting juga mengecek apakah SPKLU di area yang sering dikunjungi menyediakan tipe colokan yang sesuai dengan port kendaraan listrik yang dimiliki. Mengetahui standar yang berlaku di Indonesia akan membantu pemilik mobil listrik menghindari kebingungan ketika berada di SPKLU atau saat merencanakan perjalanan jauh.
Dengan memahami ragam colokan ini, pengguna baru dan calon pembeli mobil listrik dapat membuat keputusan lebih tepat saat memilih kendaraan serta merencanakan kebutuhan pengisian daya baterai secara efektif.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Fintech Cicil Salurkan Rp1,9 Triliun Sepanjang 2025 Tumbuh 111 Persen
- Rabu, 18 Februari 2026
Purbaya Siapkan 3 Skema Anggaran Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra Terpadu
- Rabu, 18 Februari 2026
Berita Lainnya
Intip Detil Kabin dan Fitur BYD Racco, EV Kei Car yang Siap Menggoyang Jepang
- Rabu, 18 Februari 2026
BYD Tampilkan Denza B5 di Indonesia, Harga dan Waktu Peluncuran Belum Diungkap
- Rabu, 18 Februari 2026
Suzuki Perkenalkan E-Vitara Listrik Versi Terjangkau Sekitar Rp 200 Jutaan bagi Pasar India
- Rabu, 18 Februari 2026
Terpopuler
1.
Kebijakan Kuliah Daring Ramadhan UMI 2026: Solusi Ekonomi Mahasiswa
- 18 Februari 2026
2.
Peluang Karier Tutor Universitas Terbuka: Syarat dan Skema Honor
- 18 Februari 2026
3.
Daftar Mobil Listrik Murah IIMS 2026 Harga Rp100 Jutaan
- 18 Februari 2026












