Rabu, 18 Februari 2026

Pemerintah Optimalkan Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap di Tiga Provinsi

Pemerintah Optimalkan Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap di Tiga Provinsi
Pemerintah Optimalkan Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap di Tiga Provinsi

JAKARTA - Pemerintah Indonesia terus mempercepat pemulihan pasca-bencana dengan fokus pada pembangunan hunian untuk masyarakat terdampak. 

Langkah ini dilakukan di tiga provinsi besar, yakni Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar).

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan paparan mengenai perkembangan terbaru mengenai pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) di wilayah-wilayah tersebut. 

Baca Juga

Rute Transjabodetabek Cawang-Jababeka Resmi Dibuka, Tarif Hemat Mulai Rp 2.000

Program ini bertujuan untuk memberikan solusi tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana, dengan memanfaatkan potensi pembangunan yang sudah ada serta mendukung kehidupan mereka menuju kemandirian.

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Aceh

Di Aceh, provinsi yang sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami, pemerintah tengah mempercepat pembangunan Huntara bagi masyarakat terdampak. Dari total 14.697 unit Huntara yang diusulkan, sebanyak 6.676 unit atau sekitar 45% telah berhasil diselesaikan. 

Angka ini menunjukkan kemajuan yang cukup baik meskipun tantangan di lapangan tidaklah ringan. Bagi masyarakat Aceh yang telah kehilangan tempat tinggal, Huntara ini diharapkan dapat memberikan tempat tinggal sementara yang aman dan nyaman. 

Pemerintah mengutamakan kualitas serta ketahanan bangunan di kawasan-kawasan rawan bencana.

Namun, di balik pencapaian ini, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi dalam pembangunan Hunian Tetap (Huntap). Tito Karnavian menyebutkan bahwa dari 9.246 unit Huntap yang direncanakan, saat ini hanya 302 unit yang sudah mulai dibangun. 

Proses pembangunan Huntap di Aceh membutuhkan perhatian lebih karena tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga data dan administrasi yang akurat untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kemajuan Pembangunan di Sumut

Sumatra Utara menjadi salah satu provinsi dengan progres pembangunan yang sangat baik. Dari 993 unit Huntara yang diusulkan, sebanyak 893 unit telah selesai dibangun, atau sekitar 90% dari target yang ditentukan. 

Keberhasilan ini menandakan bahwa program pemulihan pasca-bencana di wilayah ini berjalan lebih cepat dibandingkan dengan Aceh. Meskipun demikian, untuk pembangunan Huntap, hanya sekitar 297 unit dari 3.462 unit yang tengah dalam proses pembangunan. 

Meskipun jumlah ini tidak sepesat Huntara, proses ini tetap menjadi prioritas agar masyarakat dapat segera memiliki rumah yang layak dalam waktu dekat.

Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait di Sumatra Utara telah bekerja keras untuk mempercepat pembangunan hunian tetap, dengan menggandeng sejumlah mitra swasta yang berkomitmen dalam memfasilitasi proses ini. 

Fokus utama dalam pembangunan Huntap adalah memastikan bahwa rumah-rumah yang dibangun tidak hanya memenuhi standar kelayakan tetapi juga memberikan kenyamanan jangka panjang bagi penghuninya.

Perkembangan Pesat di Sumbar

Sumatra Barat menunjukkan perkembangan yang hampir sempurna dalam pembangunan Huntara. Dari total 728 unit yang diusulkan, 721 unit telah berhasil dibangun, mencapai tingkat penyelesaian 99%. 

Angka ini menggambarkan keseriusan dan efisiensi pemerintah daerah dalam membangun hunian sementara yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana. 

Hal ini juga menandakan bahwa tidak ada lagi warga yang harus tinggal di tenda-tenda darurat yang sebelumnya digunakan sebagai tempat berlindung sementara.

Di sisi lain, pembangunan Huntap di Sumatra Barat juga menunjukkan kemajuan yang signifikan meskipun tantangannya cukup besar. 

Dengan jumlah usulan Huntap sebanyak 2.500 unit, pemerintah tengah fokus pada pembangunan tahap awal untuk memastikan bahwa setiap keluarga mendapatkan rumah tetap yang layak huni. 

Tito Karnavian berharap bahwa daerah ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lainnya dalam hal keberhasilan program pemulihan bencana.

Dana Tunggu Hunian untuk Warga Terdampak

Selain pembangunan Huntara dan Huntap, pemerintah juga menyediakan skema Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat yang memilih untuk tidak tinggal di Huntara sementara waktu. 

Dana ini diberikan sebesar Rp 1,8 juta per keluarga selama tiga bulan. DTH ini bertujuan untuk memberikan bantuan bagi masyarakat agar bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa transisi menuju hunian tetap. 

Dengan penyaluran yang telah dilakukan di seluruh provinsi, tingkat serapan Dana Tunggu Hunian juga menunjukkan hasil yang baik. Di Aceh, dana telah tersalurkan sebesar 93,87%, di Sumatra Utara mencapai 99,40%, dan di Sumatra Barat sebesar 97,17%.

Proses penyaluran dana dilakukan secara cermat dengan verifikasi data yang ketat agar tidak ada penyalahgunaan bantuan. Tito Karnavian menegaskan bahwa transparansi dalam penyaluran dana sangat penting untuk menghindari potensi penyelewengan yang dapat merugikan masyarakat.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pemulihan Bencana

Salah satu hal yang sangat penting dalam mempercepat pembangunan Huntara dan Huntap adalah kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Tito menekankan bahwa keberhasilan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak sangat bergantung pada kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah. 

Pemerintah daerah memiliki peran vital dalam menyediakan lahan dan memfasilitasi proses pembangunan. Tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah, akan sangat sulit untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan.

Selain itu, dalam pembangunan rumah tetap, pemerintah pusat juga menggandeng sektor swasta untuk mempercepat penyelesaian proyek. Kolaborasi dengan dunia usaha diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan dan memberikan dampak yang positif bagi ekonomi lokal.

Pentingnya Membangun Hunian yang Berkelanjutan

Pembangunan hunian untuk masyarakat yang terdampak bencana tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik rumah saja, tetapi juga mencakup aspek keberlanjutan.

Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pengelolaan hunian pasca-bencana harus mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Oleh karena itu, selain membangun rumah yang layak, penting juga untuk memikirkan ketersediaan fasilitas umum seperti air bersih, sanitasi, serta sarana pendidikan dan kesehatan.

Pembangunan yang berkelanjutan akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal di sana, serta mendukung pemulihan ekonomi daerah yang terdampak bencana. 

Pemerintah berharap agar masyarakat yang menerima bantuan hunian bisa kembali berdiri tegak secara ekonomi dan sosial setelah masa bencana berlalu.

Tantangan dalam Pembangunan Hunian Tetap (Huntap)

Tantangan terbesar dalam pembangunan Huntap adalah penyelesaian proses administrasi dan penyediaan lahan yang memadai. 

Pembangunan rumah tetap membutuhkan waktu yang lebih lama karena banyak faktor yang perlu diperhatikan, termasuk kejelasan status lahan, perizinan, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung. 

Tito Karnavian berharap bahwa pemerintah daerah dan pihak terkait bisa mempercepat proses ini, terutama dalam hal penyediaan lahan dan penyelesaian masalah perizinan yang seringkali menjadi hambatan.

Kerja Sama yang Solid untuk Pemulihan Bencana

Pembangunan hunian sementara dan tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar menunjukkan perkembangan yang menggembirakan meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi. 

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan bahwa setiap masyarakat terdampak bencana dapat segera memiliki hunian yang layak dan nyaman.

Dengan program ini, diharapkan Indonesia bisa mempercepat pemulihan pasca-bencana dan memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat yang terdampak.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Intip Detil Kabin dan Fitur BYD Racco, EV Kei Car yang Siap Menggoyang Jepang

Intip Detil Kabin dan Fitur BYD Racco, EV Kei Car yang Siap Menggoyang Jepang

BYD Tampilkan Denza B5 di Indonesia, Harga dan Waktu Peluncuran Belum Diungkap

BYD Tampilkan Denza B5 di Indonesia, Harga dan Waktu Peluncuran Belum Diungkap

3 Rekomendasi Varian Colokan Pengisian Mobil Listrik yang Populer di Indonesia

3 Rekomendasi Varian Colokan Pengisian Mobil Listrik yang Populer di Indonesia

Suzuki Perkenalkan E-Vitara Listrik Versi Terjangkau Sekitar Rp 200 Jutaan bagi Pasar India

Suzuki Perkenalkan E-Vitara Listrik Versi Terjangkau Sekitar Rp 200 Jutaan bagi Pasar India

Jadwal Pemadaman Listrik Logandeng Playen Sekitarnya Hari Ini Terbaru

Jadwal Pemadaman Listrik Logandeng Playen Sekitarnya Hari Ini Terbaru