Rabu, 18 Februari 2026

Suzuki Perkenalkan E-Vitara Listrik Versi Terjangkau Sekitar Rp 200 Jutaan bagi Pasar India

Suzuki Perkenalkan E-Vitara Listrik Versi Terjangkau Sekitar Rp 200 Jutaan bagi Pasar India
Suzuki Perkenalkan E-Vitara Listrik Versi Terjangkau Sekitar Rp 200 Jutaan bagi Pasar India

JAKARTA - Suzuki kembali membuat kejutan di segmen kendaraan listrik dengan meluncurkan versi lebih murah dari Suzuki e-Vitara, model SUV listrik mereka, yang kini bisa dibeli mulai dari kisaran Rp 200 jutaan melalui skema kepemilikan khusus di India. Peluncuran ini menjadi langkah penting bagi Suzuki dalam memperluas adopsi mobil listrik, terutama di segmen yang lebih terjangkau, sekaligus merespons tantangan harga baterai yang selama ini menjadi hambatan utama bagi calon pembeli EV.

Skema Battery-as-a-Service (BaaS) untuk Tekan Biaya Awal

Strategi utama Suzuki untuk bisa menawarkan e-Vitara di kisaran harga lebih rendah adalah melalui program Battery-as-a-Service (BaaS), di mana pembeli tidak langsung membeli baterai mobil, tetapi menyewa baterai tersebut terpisah dari harga unit kendaraan. Dengan pendekatan ini, harga e-Vitara di India dimulai dari 1.099.000 rupee, atau sekitar Rp 204 jutaan, belum termasuk biaya sewa baterai. Biaya sewa baterai sendiri dibanderol sekitar 3,99 rupee per kilometer, yang harus dibayar pengguna selama periode kepemilikan.

Baca Juga

Pemerintah Optimalkan Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap di Tiga Provinsi

Skema BaaS bertujuan untuk mengatasi salah satu faktor utama yang membuat mobil listrik relatif mahal — yaitu harga baterai yang tinggi — sehingga pembeli bisa mendapatkan unit EV dengan biaya awal yang lebih ringan. Program ini juga menjadi tawaran berbeda dari metode pembelian EV konvensional, dan Suzuki berharap pendekatan ini dapat menarik pelanggan yang sebelumnya enggan membeli EV karena harga pembelian yang tinggi.

Detail Harga dan Perbandingan dengan Versi Reguler

Perlu dicatat bahwa versi murah dari Suzuki e-Vitara ini diluncurkan di India — bukan di Indonesia, dan masih menggunakan struktur harga yang berbeda dengan pasar domestik Indonesia. Di India, unit dengan skema BaaS ini dihargai jauh lebih ringan dibanding harga e-Vitara yang ditawarkan lengkap dengan baterai.

Sebagai perbandingan, saat Suzuki e-Vitara dijual di Indonesia melalui Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai mobil listrik murni, harganya jauh lebih tinggi, yaitu mulai dari sekitar Rp 755 jutaan. Itu adalah harga on the road untuk model yang sudah termasuk baterai dan tanpa skema sewa baterai seperti di India.

Perbedaan harga tersebut menegaskan bagaimana model bisnis BaaS dapat memangkas biaya awal bagi konsumen, sementara harga e-Vitara di pasar Indonesia mencerminkan pembelian EV secara penuh termasuk baterai.

Pernyataan Resmi dan Target Suzuki

Dalam siaran pers yang dipublikasikan bersamaan dengan peluncuran program ini, pihak Suzuki menyatakan bahwa strategi EV mereka dirancang untuk menjadikan e-Vitara sebagai pilihan utama di segmen EV. Menurut Partho Banerjee, Senior Executive Officer Marketing and Sales di Maruti Suzuki India Limited, e-Vitara menawarkan jarak tempuh yang cukup kompetitif dengan dukungan ekosistem pengisian daya yang handal, serta opsi kepemilikan yang fleksibel melalui BaaS yang menarik bagi pembeli awal.

Banerjee juga menekankan bahwa fleksibilitas model kepemilikan dengan BaaS, dikombinasikan dengan manfaat eksklusif seperti dukungan awal untuk pembeli, menjadikan e-Vitara sebuah proposisi yang sulit ditolak bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus memikul beban biaya baterai secara penuh di muka.

Performa dan Spesifikasi e-Vitara

Meskipun fokus peluncuran ini adalah pada harga versi murah, e-Vitara tetap mempertahankan performa yang menarik di kelasnya. Model ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 61 kWh, yang memungkinkan mobil listrik ini menempuh jarak hingga sekitar 543 km dalam sekali isi daya penuh — ukuran yang relatif besar di segmen SUV listrik kompak.

Sementara di Indonesia, e-Vitara telah hadir dengan spesifikasi baterai yang sama, dengan kemampuan mencapai sekitar 428 km dalam sekali pengisian penuh, menggunakan port charger AC Type 2 maupun fast charging DC CCS2.

Implikasi di Pasar EV Global dan Lokal

Peluncuran versi terjangkau e-Vitara ini memiliki makna yang lebih luas dalam perkembangan pasar EV secara global, khususnya di negara berkembang seperti India. Melalui model bisnis yang inovatif seperti BaaS, Suzuki mencoba menembus segmen konsumen yang selama ini mungkin merasa enggan beralih ke mobil listrik karena hambatan harga awal yang tinggi.

Di Indonesia, tren mobil listrik juga semakin berkembang, dengan berbagai merek mulai meluncurkan produk EV mereka di pameran besar seperti Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, menciptakan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen domestik. Namun, tantangan adopsi EV di Indonesia tetap berkisar pada infrastruktur pengisian, harga, serta kesadaran pasar yang masih berkembang.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kesempatan Menata Sistem Outsourcing

Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kesempatan Menata Sistem Outsourcing

Intip Detil Kabin dan Fitur BYD Racco, EV Kei Car yang Siap Menggoyang Jepang

Intip Detil Kabin dan Fitur BYD Racco, EV Kei Car yang Siap Menggoyang Jepang

BYD Tampilkan Denza B5 di Indonesia, Harga dan Waktu Peluncuran Belum Diungkap

BYD Tampilkan Denza B5 di Indonesia, Harga dan Waktu Peluncuran Belum Diungkap

3 Rekomendasi Varian Colokan Pengisian Mobil Listrik yang Populer di Indonesia

3 Rekomendasi Varian Colokan Pengisian Mobil Listrik yang Populer di Indonesia

Jadwal Pemadaman Listrik Logandeng Playen Sekitarnya Hari Ini Terbaru

Jadwal Pemadaman Listrik Logandeng Playen Sekitarnya Hari Ini Terbaru