Rabu, 18 Februari 2026

Perkuat ESG, Bussan Auto Finance Resmi Gabung UN Global Compact

Perkuat ESG, Bussan Auto Finance Resmi Gabung UN Global Compact
Perkuat ESG, Bussan Auto Finance Resmi Gabung UN Global Compact

JAKARTA - Langkah transformasi berkelanjutan kini semakin ditegaskan oleh PT Bussan Auto Finance atau BAF. 

Perusahaan pembiayaan tersebut resmi menjadi anggota UN Global Compact Network Indonesia. Peresmian keanggotaan itu dilakukan pada Kamis 29 Januari 2026.

Keputusan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari strategi memperkuat praktik bisnis berkelanjutan. BAF menempatkan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola sebagai fondasi pertumbuhan. Momentum ini sekaligus memperlihatkan arah baru perusahaan dalam menjalankan bisnis yang lebih bertanggung jawab.

Baca Juga

Purbaya Setujui Tambahan TKD Rp10,65 Triliun Untuk Sumatera Terdampak Bencana

Managing Director BAF Sigit Sembodo menegaskan bahwa keikutsertaan ini menjadi tonggak penting. Ia menyebut peresmian tersebut sebagai komitmen nyata memperkuat integrasi prinsip keberlanjutan. Komitmen itu mencakup seluruh aspek operasional dan strategi perusahaan.

“Bergabungnya BAF dengan UN Global Compact Network Indonesia merupakan langkah strategis dalam perjalanan transformasi kami untuk memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu 16 Februari 2026.

Komitmen Integrasi ESG

Sigit menuturkan bahwa sebagai bagian dari UN Global Compact, perusahaannya akan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG ke dalam proses bisnis. Integrasi tersebut diharapkan berjalan menyeluruh. Tidak hanya di tingkat kebijakan, tetapi juga implementasi harian.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut selaras dengan 10 Prinsip UN Global Compact. Selain itu, kebijakan tersebut juga mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Dengan demikian, arah bisnis BAF diupayakan sejalan dengan standar global.

Menurut Sigit, penerapan prinsip keberlanjutan bukan sekadar memenuhi kewajiban formal. Perusahaan memandang ESG sebagai strategi jangka panjang. Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kami percaya bahwa integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam strategi dan operasional perusahaan akan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan, sekaligus memperkuat ketahanan dan relevansi bisnis BAF di masa depan,” tegasnya.

Dukungan dan Harapan IGCN

Bergabungnya BAF disambut positif oleh UN Global Compact Network Indonesia. Senior Manager Member Relations, Communications dan Partnerships IGCN Evy Rosriani menyampaikan apresiasi atas komitmen tersebut. Ia menilai langkah BAF menunjukkan kepemimpinan yang kuat.

Menurut Evy, integrasi keberlanjutan ke dalam praktik bisnis bukan perkara mudah. Diperlukan konsistensi serta kolaborasi lintas sektor. Karena itu, kehadiran BAF sebagai anggota baru dinilai memperkuat ekosistem bisnis berkelanjutan di Indonesia.

“Dan kami menantikan kerja sama untuk mendukung BAF dalam menerjemahkan komitmen tersebut menjadi aksi nyata yang selaras dengan prinsip global dan prioritas nasional,” ujar Evy. Pernyataan ini menegaskan pentingnya implementasi konkret dari komitmen yang telah disampaikan.

Kolaborasi antara BAF dan IGCN diharapkan mendorong pertukaran praktik terbaik. Selain itu, kerja sama ini juga membuka ruang pengembangan program keberlanjutan. Dengan dukungan jaringan global, BAF memiliki peluang memperluas dampak positifnya.

Transformasi Bisnis Berkelanjutan

Keanggotaan dalam UN Global Compact Network Indonesia menempatkan BAF dalam jaringan perusahaan yang berkomitmen pada prinsip universal. Prinsip tersebut mencakup hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi. Seluruhnya menjadi kerangka etis dalam menjalankan usaha.

Transformasi ini juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak harus mengorbankan aspek sosial dan lingkungan. Sebaliknya, keberlanjutan dapat menjadi pendorong daya saing. Perusahaan yang adaptif terhadap isu ESG dinilai lebih tangguh menghadapi tantangan global.

Dalam konteks industri pembiayaan, integrasi ESG semakin relevan. Pemangku kepentingan kini menaruh perhatian besar pada praktik bisnis yang bertanggung jawab. Investor, konsumen, hingga regulator menuntut transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi.

Dengan bergabungnya BAF, arah kebijakan perusahaan dipastikan akan semakin terukur. Standar global yang diadopsi menjadi panduan evaluasi berkelanjutan. Hal ini membuka peluang perbaikan terus-menerus dalam tata kelola perusahaan.

Kinerja Keuangan Tetap Tumbuh

Di tengah komitmen memperkuat ESG, kinerja keuangan BAF tetap menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan laporan keuangan pada laman resmi perusahaan, piutang pembiayaan bersih tercatat sebesar Rp12,35 miliar per Juni 2025. Angka ini mencerminkan aktivitas pembiayaan yang tetap berjalan solid.

Sementara itu, laba bersih periode berjalan BAF pada Juni 2025 mencapai Rp203,90 juta. Capaian tersebut naik signifikan 246 persen secara tahunan. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih tercatat Rp58,93 juta.

Pertumbuhan laba ini menunjukkan kinerja operasional yang semakin efisien. Peningkatan tersebut juga memberi ruang bagi perusahaan untuk memperluas program keberlanjutan. Dengan fondasi finansial yang kuat, implementasi ESG dapat dijalankan lebih optimal.

Kombinasi antara performa keuangan dan komitmen keberlanjutan menjadi sinyal positif bagi pasar. BAF berupaya menyeimbangkan pencapaian bisnis dengan tanggung jawab sosial. Langkah ini menegaskan bahwa strategi pertumbuhan perusahaan bergerak menuju arah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tips Aman Hubungi Nomor WhatsApp Resmi Indodana Finance Terpercaya

Tips Aman Hubungi Nomor WhatsApp Resmi Indodana Finance Terpercaya

Purbaya Siapkan 3 Skema Anggaran Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra Terpadu

Purbaya Siapkan 3 Skema Anggaran Rehabilitasi Pascabanjir Sumatra Terpadu

Harga Emas Antam 18 Februari 2026 Turun, Cek Spread Terbaru

Harga Emas Antam 18 Februari 2026 Turun, Cek Spread Terbaru

IHSG Sesi 1 Naik 0,89 Persen, Saham Unggulan Diburu

IHSG Sesi 1 Naik 0,89 Persen, Saham Unggulan Diburu

IHSG Berpotensi Rebound Usai Imlek, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG Berpotensi Rebound Usai Imlek, Simak Rekomendasi Saham Pilihan