Haji Isam Dikabarkan Akuisisi BYAN, JARR Tegaskan Tidak Ada Rencana

Ilustrasi Harga saham JARR dan BYAN melonjak setelah beredarnya rumor akuisisi. (sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:07:44 WIB

JAKARTA – PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten sawit milik H Samsudin Andi Arsyad atau Haji Isam, membantah rumor rencana akuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Direktur Utama JARR Indra Irawan menyatakan perseroan tidak mengetahui kebenaran isu pengambilalihan saham emiten batu bara tersebut.

“Sampai dengan tanggal penyampaian surat ini, perseroan maupun grup tidak memiliki rencana untuk melakukan akuisisi atas saham Bayan Resources,” jelas Indra dalam klarifikasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/8/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Indra juga menyatakan manajemen belum menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pemegang saham pengendali terkait rencana akuisisi saham BYAN.

Meski demikian, Indra menegaskan JARR akan mengumumkan setiap informasi material apabila di kemudian hari terdapat aksi korporasi atau fakta material yang bersifat pasti dan mengikat.

Sebelumnya, pada Selasa (18/8/2026), manajemen BYAN juga membantah rencana pengambilalihan mayoritas saham perseroan oleh Haji Isam.

Namun, manajemen menyampaikan bahwa pemegang saham pengendali tetap membuka kemungkinan dan peluang untuk memastikan investasi mereka di emiten dengan kapitalisasi pasar lebih dari Rp500 triliun tersebut.

Rumor rencana akuisisi saham BYAN oleh Haji Isam mulai beredar pada Jumat (14/8/2026). Isu tersebut muncul setelah beredar foto Haji Isam bersama Low Tuck Kwong yang merupakan pemegang saham pengendali BYAN.

Harga saham JARR sempat melonjak lebih dari 40% setelah rumor tersebut beredar. Sementara itu, saham BYAN naik lebih dari 50% dalam beberapa hari terakhir.

Low Tuck Kwong tercatat memiliki 40,25% saham BYAN secara langsung dan menjadi penerima manfaat akhir dari kepemilikan tersebut.

Adapun Haji Isam mengendalikan 86,64% saham JARR melalui PT Eshan Agro Sentosa dan tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham tersebut.

Reporter: Ibtihal