Jumat, 06 Februari 2026

Industri Kopi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh Pesat dengan Peluang yang Menjanjikan

Industri Kopi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh Pesat dengan Peluang yang Menjanjikan
Industri kopi Indonesia

JAKARTA - Industri kopi Indonesia diproyeksikan terus mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan laporan Indonesia Coffee Annual dari United States Department of Agriculture (USDA), konsumsi kopi di Indonesia pada periode 2024/2025 diperkirakan meningkat sebesar 10.000 kantong menjadi 4,8 juta kantong, dibandingkan 4,45 juta kantong pada periode 2020/2021. Satu kantong kopi setara dengan 60 kg kopi.

Peningkatan konsumsi ini didorong oleh stabilitas ekonomi yang semakin baik, terutama di sektor makanan dan minuman, perhotelan, serta sektor lain yang mendukung konsumsi kopi.

CEO Fore Coffee, Vico Lomar, menyatakan bahwa Indonesia, sebagai salah satu produsen utama kopi di dunia, memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan konsumsi domestik. Hingga September 2024, Fore Coffee telah membangun jaringan 216 gerai yang tersebar di 43 kota di seluruh Indonesia.

“Inovasi kami mulai dari pengembangan menu kopi hingga layanan berbasis teknologi, seperti aplikasi Fore Coffee, berkontribusi pada peningkatan konsumsi kopi di Indonesia,” ujar Vico.

Baca Juga

BCA Memperkuat Strategi Mitigasi untuk Menekan Risiko Kredit KPR

Diluncurkan pada 2018, aplikasi Fore Coffee telah diunduh jutaan pengguna dan memberikan kemudahan serta pengalaman personal bagi konsumen. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat menikmati kopi dengan cara yang cepat dan praktis, sejalan dengan perkembangan ekosistem digital di Indonesia.

Meski pertumbuhan konsumsi kopi menunjukkan tren positif, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Konsumsi kopi per kapita di Indonesia hanya sebesar 1,0 kg per tahun, lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Finlandia (12 kg) dan Amerika Serikat (5 kg) per kapita, berdasarkan data Redseer Analysis (2023).

Selain itu, rasio jumlah penduduk per kedai kopi di Indonesia masih berada di bawah Filipina dengan lebih dari 27.800 orang per kedai kopi.

“Kesenjangan ini merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha, termasuk Fore Coffee, untuk terus memperluas pasar dan meningkatkan penetrasi konsumsi kopi di Indonesia,” jelas Vico.

Melihat tren ini, Vico optimistis bahwa industri kopi di Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Dukungan teknologi, inovasi produk, serta ekspansi jaringan gerai akan menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan konsumsi kopi dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Strategi KUR BRI Katalis Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Strategi KUR BRI Katalis Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Medco Energi Amankan Kredit Rp8 Triliun dari BNI untuk Strategi Korporasi Masa Depan

Medco Energi Amankan Kredit Rp8 Triliun dari BNI untuk Strategi Korporasi Masa Depan

Penurunan Drastis Harga dan Buyback Emas Antam Hari Ini

Penurunan Drastis Harga dan Buyback Emas Antam Hari Ini

Harga Emas Perhiasan 6 Februari 2026: Koreksi Tajam di Level Rp2,415 Juta

Harga Emas Perhiasan 6 Februari 2026: Koreksi Tajam di Level Rp2,415 Juta

Permintaan Emas Dunia 2025 Cetak Rekor, Perubahan Pola Investor Global

Permintaan Emas Dunia 2025 Cetak Rekor, Perubahan Pola Investor Global