Breaking

MUFG Catat Harga Minyak Turun Akibat Penilaian Ulang Risiko Pasokan

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 19 September 2026
MUFG Catat Harga Minyak Turun Akibat Penilaian Ulang Risiko Pasokan
Ilustrasi Harga minyak mengalami penurunan (FOTO : NET)

JAKARTA – Harga minyak mengalami penurunan usai pasar menilai ulang risiko pasokan yang berkaitan dengan perang AS–Iran serta titik-titik sempit regional berdasarkan catatan MUFG. Langkah diplomatik yang melibatkan AS, negara-negara Teluk, Tiongkok, dan Iran bersama upaya Arab Saudi memulihkan jalur pipa East-West serta lalu lintas tanker yang terus berjalan melewati Selat Hormuz telah mendorong reli aset berisiko dan durasi global.

Meredanya kekhawatiran terkait pasokan minyak turut didukung oleh dinamika diplomasi yang sedang berlangsung. "Harga minyak turun, aset berisiko reli, sementara durasi global berkinerja lebih baik setelah mengalami aksi jual yang signifikan selama beberapa pekan terakhir sebagaimana dilansir dari berita sumber."

Proses diplomasi mendatang diperkirakan akan menentukan arah dan bentuk dari konflik yang terjadi. "Sebagian hal ini didorong oleh meredanya kekhawatiran pasokan minyak karena pasar menantikan putaran diplomasi berikutnya yang akan membentuk perang AS-Iran sebagaimana dilansir dari berita sumber."

Arab Saudi secara aktif melakukan tindakan pemulihan pada infrastruktur pipa utamanya. "Arab Saudi khususnya telah bergerak untuk memulihkan jalur pipa East-West yang rusak ke pesisir Laut Merahnya, dengan target mengembalikan sekitar setengah kapasitasnya dalam beberapa hari sebagaimana dilansir dari berita sumber."

Di samping itu, pergerakan navigasi kapal di wilayah perairan strategis tetap berlangsung. "Pada saat yang sama, beberapa tanker terus melintasi Selat Hormuz yang diperebutkan sebagaimana dilansir dari berita sumber."

Upaya penekanan konflik juga melibatkan peran diplomasi dari negara luar. "Reuters juga melaporkan bahwa Beijing secara pribadi meminta Iran untuk membantu mengekang militan Houthi setelah adanya permintaan Riyadh kepada Tiongkok, dengan kelompok militan tersebut membuat kemajuan di Yaman menuju titik sempit Bab el-Mandeb dalam beberapa hari terakhir sebagaimana dilansir dari berita sumber."

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua