Breaking

Direksi KETR Beli 48 Juta Saham di Harga Rp200 per Lembar

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Jumat, 18 September 2026
Direksi KETR Beli 48 Juta Saham di Harga Rp200 per Lembar
Ilustrasi perdagangan saham KETR di Bursa Efek Indonesia setelah transaksi pembelian 48 juta saham oleh direksi (sumber foto: NET)

JAKARTA - Direktur PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR), Vidcy Octory, membeli 48 juta saham KETR dari Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara dengan harga Rp200 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai Rp9,7 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi tersebut dilakukan pada 14 September 2026. Setelah transaksi, kepemilikan Vidcy Octory di KETR menjadi 1,70%, sedangkan kepemilikan Fajar Sejahtera Mandiri Nusantara menjadi 54,83%.

Menariknya, pembelian saham tersebut dilakukan jauh di bawah harga pasar. Pada 14 September 2026, saham KETR dibuka pada level Rp955 per saham dan mengakhiri perdagangan hari itu di harga Rp905 per saham.

Sebelumnya, BEI memantau secara ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) pada saham KETR mulai Jumat (11/9/2026). Emiten tersebut masuk dalam pemantauan karena mengalami kenaikan harga saham yang dinilai tidak wajar.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham KETR bergerak di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya melindungi investor, khususnya pemegang saham kedua emiten tersebut.

"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham KETR tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Berdasarkan data pasar, saham KETR bergerak turun 5,76% ke angka Rp900 per saham pada pembukaan perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham emiten kontraktor tersebut naik 57.89% selama satu bulan. Sementara dalam year to date turun 17.43%.

Dengan adanya pengumuman tersebut, investor diharapkan memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten serta keterbukaan informasinya.

Investor juga diharapkan mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum memperoleh persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat muncul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua