Breaking

No Na Rilis Album "Island Girl", Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Pop Global

RE
Jumat, 18 September 2026
No Na Rilis Album "Island Girl", Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Pop Global

TEROPONGBISNIS.ID — No Na, girl group pop global pertama asal Indonesia di bawah naungan 88rising, resmi merilis album penuh perdana bertajuk "island girl". Album ini memuat 15 lagu yang mengangkat elemen budaya Indonesia, mulai dari gamelan hingga ceng-ceng, ke dalam aransemen pop modern. Rilisan ini disebut sejumlah media internasional sebagai langkah penting bagi musisi Asia Tenggara di kancah global.

Album ini hadir setelah serangkaian single No Na lebih dulu mendapat perhatian di layanan streaming dan media sosial. Antusiasme itu membuka jalan bagi mereka untuk melangkah lebih jauh ke pasar musik global.

Budaya Indonesia di Jantung Album

Elemen budaya Nusantara menjadi inti dari karya No Na. Denting ceng-ceng terdengar dalam lagu "work", sementara bunyi gamelan muncul di "rollerblade".

Klakson minibus khas jalanan Indonesia juga dipakai di lagu "honk!". Nama grup ini sendiri diambil dari kata "nona" yang merujuk pada perempuan muda.

Pekan lalu, No Na merilis "speaker freaker (the long song)", sebuah perjalanan musik-visual berdurasi hampir 15 menit. Proyek itu merangkai delapan lagu menjadi satu kesatuan, termasuk hit viral global "rollerblade" dan "work".

Tujuh lagu lain dari album yang belum pernah diperdengarkan sebelumnya juga masuk dalam proyek tersebut. Media musik The FADER menyebutnya sebagai "pure cinema".

Sambutan Media Internasional

Sejak diumumkan, "island girl" menuai pujian dari sejumlah media musik dunia. The FADER menilai album ini "membawa nuansa kuat era 2000-an, dengan sentuhan ghettotech ala Detroit yang dipadukan dengan ritme khas Indonesia seperti gamelan".

NME memberi respons singkat: "Berapi." Sementara Dazed menyoroti cara No Na "memadukan unsur tradisional dengan pendekatan musik yang modern".

The Guardian menulis bahwa No Na menyajikan "pop yang catchy, sesekali dengan lirik eksplisit, dibawakan dengan kostum yang mencuri perhatian dan gerakan tubuh yang dramatis".

Consequence menyoroti posisi No Na dalam peta pop Asia Tenggara. Media itu menilai "talenta Asia Tenggara mampu bersaing dengan Korea dan Jepang".

Consequence juga mencatat pilihan warna synth-pop era '80-an yang diusung No Na. Langkah itu berbeda dari tren musisi lain yang justru kembali ke era '90-an dan 2000-an.

Siapa No Na dan Filosofi Namanya

No Na dibentuk dan dikembangkan oleh 88rising. Grup ini beranggotakan Baila, Christy, Esther, dan Shaz yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Komposisi anggota itu mencerminkan keberagaman budaya tanah air. Lewat narasi tentang romansa, feminitas, dan persahabatan, "island girl" merayakan rasa percaya diri dan keberanian dalam perjalanan menuju kedewasaan.

Peluncuran album ini menjadi penanda bahwa identitas Indonesia bisa berdiri di garis depan musik pop internasional. Bagi pendengar lokal, "island girl" adalah kesempatan melihat budaya sendiri dirayakan di panggung global.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua