Harga Sembako Jawa Timur Terbaru: Minyak Goreng dan Beras Naik
SURABAYA – Harga sembako di Jawa Timur terus bergerak fluktuatif dari hari ke hari. Pada hari ini, harga seluruh jenis beras, gula, minyak goreng kemasan, telur, garam, cabai merah keriting, cabai rawit merah, bawang, dan gas elpiji tercatat mengalami kenaikan.
Di sisi lain, harga seluruh jenis daging serta cabai merah besar justru mengalami penurunan.
Memantau pergerakan harga sembako harian menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan. Selain membantu masyarakat merencanakan belanja harian, informasi ini penting untuk menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga di tengah ketidakpastian harga.
Sembako merupakan singkatan dari sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar harian masyarakat. Bahan-bahan ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi gizi serta kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sembilan bahan pokok tersebut meliputi beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.
Selain sembilan bahan pokok tersebut, cabai juga menjadi kebutuhan dapur yang tidak kalah penting. Berikut adalah rincian harga sembako terbaru di Jawa Timur pada Kamis 27 Agustus 2026 berdasarkan data sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur.
Beras Premium: Rp 15.076/kg
Beras Medium: Rp 13.060/kg
Gula kristal putih: Rp 17.128/kg
Minyak goreng curah: Rp 20.270/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 21.930/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 19.008/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.175/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 129.793/kg
Daging ayam ras: Rp 39.665/kg
Daging ayam kampung: Rp 68.258/kg
Telur ayam ras: Rp 24.009/kg
Telur ayam kampung: Rp 46.073/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.491 370 gr/kl
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.420 370 gr/kl
Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.798 400 gr/dos
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 40.929 400 gr/dos
Garam bata: Rp 1.946
Garam halus: Rp 9.333/kg
Cabai merah keriting: Rp 29.774 /kg
Cabai merah besar: Rp 29.774/kg
Cabai rawit merah: Rp 52.491/kg
Bawang merah: Rp 27.371/kg
Bawang putih: Rp 29.835/kg
Gas elpiji: Rp 19.958
Berdasarkan pergerakan harga hari ini, beras premium naik Rp 16 atau 0,11%, beras medium naik Rp 49 atau 0,38%, gula kristal putih naik 5 atau 0,03%, minyak goreng kemasan premium naik Rp 66 atau 0,30%, serta minyak goreng kemasan sederhana naik Rp 250 atau 1,33%. Selanjutnya, telur ayam ras naik Rp 226 atau 0,95 persen, telur ayam kampung naik Rp 199 atau 0,43 persen, garam bata naik Rp 105 atau 5,71 persen, garam halus naik Rp 22 atau 0,24 persen, cabai merah keriting naik Rp 284 atau 0,96%, cabai rawit merah naik Rp 903 atau 1,75%, dan gas elpiji naik Rp 97 atau 0,49%.
Sementara itu, daging sapi paha belakang turun Rp 182 atau 0,14%, daging ayam ras turun Rp 172 atau 0,43%, dan daging ayam kampung turun Rp 1.573 atau 2,25 persen.
Perubahan harga sembako ini dipengaruhi oleh beragam faktor pendukung. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, nilai tukar mata uang, hingga kondisi cuaca.
Apabila permintaan meningkat sementara penawaran tetap atau berkurang, harga akan cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran melimpah dibanding permintaan, harga dapat menurun.
Cuaca ekstrem, bencana alam, maupun perubahan musim turut memengaruhi hasil produksi pertanian. Kurangnya pasokan akibat faktor cuaca buruk dapat memicu lonjakan harga.
Kebijakan impor, subsidi, pajak, serta regulasi pemerintah lainnya juga berpengaruh pada harga sembako. Contohnya seperti pembatasan jumlah impor atau penyesuaian tarif pajak.
Peningkatan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, hingga upah pekerja dapat melambungkan biaya produksi serta transportasi yang berdampak langsung pada harga jual sembako.
Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama untuk komoditas impor, memicu perubahan harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat barang impor menjadi lebih mahal.
Laju inflasi yang tinggi berpotensi mendorong kenaikan harga sembako akibat membengkaknya biaya barang dan jasa.
Kondisi perekonomian yang tidak stabil turut memperburuk pergerakan harga di pasar.
Hambatan pada rantai distribusi seperti kemacetan, aksi pemogokan, atau masalah logistik dapat memicu keterlambatan pengiriman sehingga pasokan berkurang dan harga melonjak.
Berbagai faktor tersebut menyebabkan harga sembako sering berubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Perlu diingat bahwa harga sembako dapat bervariasi di tiap pasar, dan daftar di atas merupakan harga rata-rata untuk wilayah Jawa Timur.