Breaking

Harga Pakan Ayam Ditahan, Peternak Rakyat Dapat Perlindungan

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 04 Agustus 2026
Harga Pakan Ayam Ditahan, Peternak Rakyat Dapat Perlindungan
Ilustrasi Kementerian Pertanian dan industri pakan sepakat menunda kenaikan harga pakan ayam untuk melindungi peternak rakyat.(sumber foto: NET)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama industri pakan menyepakati penundaan kenaikan harga pakan ayam sebagai langkah melindungi peternak ayam petelur dan mempercepat pemulihan harga telur di tingkat produsen.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pihaknya telah mempertemukan koperasi peternak ayam petelur dengan industri pakan guna membahas kenaikan harga pakan yang dikeluhkan peternak di tengah rendahnya harga telur. 

“Kami berupaya meningkatkan harga telur sesuai harga acuan, termasuk mencari solusi agar di saat harga telur belum sesuai harga acuan ini, pabrik pakan menunda kenaikan harga pakan sampai kondisi harga telur membaik sebagaimana yang kita harapkan,” kata Agung sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kementan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), koperasi peternak, industri pakan, Satgas Pangan Polri, BUMN, dan pelaku usaha menyepakati sejumlah langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat. Industri pakan berkomitmen menunda kenaikan harga sambil menunggu harga telur kembali berada di atas biaya produksi.

Agung menambahkan, sekitar 30 persen bahan baku pakan masih impor sehingga dipengaruhi kurs rupiah, biaya distribusi, dan harga bahan baku dunia. Meski demikian, produsen pakan menyatakan siap menjaga stabilitas harga sebagai bentuk dukungan terhadap peternak rakyat yang menyumbang sekitar 98 persen produksi telur nasional.

Harga pakan ternak di pasaran saat ini bervariasi, mulai Rp 9.000 per kilogram untuk pakan broiler, Rp 8.000–Rp 9.000 per kilogram untuk jenis lain, Rp 7.000 per kilogram, bahkan beberapa jenis tersedia di bawah Rp 6.000 per kilogram. Kementan mendorong koperasi membeli langsung dari pabrik pakan atau importir seperti PT Berdikari untuk menekan biaya distribusi.

Selain itu, pemerintah mempercepat penyaluran jagung pakan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) bagi peternak mikro dan kecil. Pemerintah juga mendorong peningkatan penyerapan telur lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar harga di tingkat peternak segera pulih.

Agung menegaskan, langkah ini dilakukan untuk melindungi peternak ayam petelur di tengah harga telur yang masih berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp 26.500 per kilogram.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua