Breaking

Pasar Saham Asia Menguat, Rupiah dan IHSG Lanjutkan Reli

AK
Akbar

Editor: Septian Akbar Gumilang

Selasa, 21 Juli 2026
Pasar Saham Asia Menguat, Rupiah dan IHSG Lanjutkan Reli
Ilustrasi Pasar Saham Asia (Sumber : NET)

JAKARTA – Mayoritas bursa saham dan nilai tukar mata uang berkembang di wilayah Asia bergerak menguat. Kondisi ini didorong oleh melandainya harga minyak mentah dunia serta lonjakan saham sektor teknologi di Taiwan dan Korea Selatan.

Indeks MSCI EM Asia mencatatkan kenaikan mendakati 3 persen. Sementara itu, indeks KOSPI melonjak hingga 3,6 persen, TAIEX melompat 4,2 persen, dan IHSG melaju 1,5 persen sekaligus meneruskan tren positif selama sembilan hari berturut-turut.

Walaupun kondisi pasar membaik, para pelaku pasar tetap mewaspadai tingginya valuasi saham teknologi AI. Risiko dinamika gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah juga masih dibayangi dapat menekan mata uang serta harga minyak dunia.

Saat memasuki penutupan perdagangan di kawasan Asia pada Selasa (21/7), pergerakan sebagian besar mata uang dan indeks saham kawasan tersebut berada di zona hijau.

Indeks acuan di Korea Selatan dan Taiwan berhasil memutus tren penurunan yang sempat terjadi selama beberapa hari sebelumnya. Di sisi lain, indeks saham Thailand berhasil menembus posisi tertingginya dalam rentang lebih dari tiga tahun.

Penurunan harga minyak memberikan sentimen positif bagi pasar. Hal ini terjadi bertepatan sebelum momentum pengumuman kinerja keuangan emiten semikonduktor serta perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Mendekati pukul 15:00 WIB, indeks MSCI Emerging Markets (EM) Asia tercatat melompat mendekati 3 persen. Kenaikan tersebut ditopang lonjakan saham-saham teknologi Korea Selatan dan Taiwan yang mendominasi porsi indeks hingga sekitar 60 persen.

Selama beberapa hari terakhir, indeks MSCI sempat bergerak naik-turun merespons volatilitas saham AI dan tekanan ekonomi regional. Tekanan dirasakan oleh sejumlah negara Asia pengimpor minyak menyusul lonjakan harga minyak pasca-aksi militer AS dan Iran.

Indeks KOSPI Korea Selatan mengakhiri reli negatif dua harinya dengan ditutup menguat 3,6 persen setelah libur Jumat lalu. Adapun indeks TAIEX Taiwan meloncat 4,2 persen yang menjadi lonjakan perdana dalam tiga hari perdagangan.

Saham pembuat chip memori AI terbesar di dunia, SK Hynix, ditutup menguat 4,1 persen. Sementara itu, saham pesaingnya yaitu Samsung Electronics melesat hingga 6,2 persen.

"Seluruh saham di sektor kecerdasan buatan kini diperdagangkan dengan valuasi yang nyaris sempurna, seolah-olah laju pertumbuhan saat ini dijamin akan terus berlanjut tanpa batas," kata Zavier Wong, analis pasar di eToro sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut pengamatannya, indikasi penurunan laju walau sedikit saja akan langsung dianggap sebagai sinyal negatif oleh para investor.

"Selama berbulan-bulan dana investor terkonsentrasi pada sejumlah kecil saham produsen chip memori dan foundry , dan kini sebagian dana mulai beralih ke sektor lain yang valuasinya dinilai belum terlalu mahal," tambahnya, imbuhnya seperti dikutip Reuters sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pergeseran modal dari saham AI yang sempat melonjak tinggi tersebut membuka peluang masuknya dana ke Indonesia, mengingat posisinya yang sempat tertinggal di kawasan.

Harga saham Indonesia yang tergolong murah mulai dilirik investor baru, kendati pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang evaluasi indeks MSCI pada November nanti.

IHSG Jakarta naik hingga 1,5 persen untuk melanjutkan reli kenaikan selama sembilan hari beruntun. Di saat yang sama, rupiah menguat ke Rp17.870 per dolar AS setelah sempat menyentuh kisaran Rp18.000 per dolar AS di awal pekan.

Kendati demikian, nilai tukar rupiah tetap rentan atas kejutan kondisi global, utamanya jika eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memanas.

"Perubahan kondisi eksternal dapat memperkuat alasan bagi bank sentral untuk melakukan kenaikan suku bunga sebagai langkah antisipatif guna menjaga kepercayaan investor," tulis analis DBS seperti dikutip Reuters sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bursa saham Thailand di Bangkok terangkat hingga 0,7 persen ke level tertinggi sejak 23 Februari 2023 sekaligus memperpanjang reli lima sesi, ditopang kenaikan saham Delta Electronics sebesar 1,7 persen.

Pelemahan baht sebelumnya sukses menarik perhatian modal asing ke bursa Thailand. Namun, potensi pelemahan mata uang lebih lanjut diperkirakan terbatas seiring meredanya tensi di Timur Tengah, ungkap Poon Panichpibool selaku ahli strategi pasar Krung Thai Bank yang juga menilai potensi penguatan indeks SET mulai terbatas.

Secara umum, mata uang berkembang di Asia menguat dalam rentang yang relatif terbatas. Dolar Taiwan melemah hingga 32,431 per dolar AS, sedangkan won Korea Selatan menguat ke level 1.471,1 per dolar AS.

Peso Filipina terkoreksi tipis seiring penurunan indeks PSEI. Di tempat lain, indeks STI Singapura menguat 0,6 persen ditopang oleh apresiasi mata uang dolar Singapura.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua