Breaking

Energi Reli 1,4%, Ryanair Ambles 4,6% setelah Laba Kuartal I Minus 34%

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Senin, 20 Juli 2026
Energi Reli 1,4%, Ryanair Ambles 4,6% setelah Laba Kuartal I Minus 34%
Ilustrasi Saham energi menguat 1,4 persen di tengah kenaikan harga minyak akibat ketegangan AS-Iran. (sumber foto: NET)

JAKARTA — Bursa saham Eropa dibuka melemah pada perdagangan Senin (20/7/2026), seiring meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi menjelang dimulainya musim laporan keuangan emiten.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun 0,2 persen ke level 640,45 pada awal perdagangan. Sentimen negatif muncul setelah serangan AS ke Iran memasuki hari kesembilan, sementara risiko gangguan pelayaran di Selat Hormuz meningkat menyusul laporan adanya kapal tanker yang mengalami hambatan operasional.

Situasi tersebut mengangkat harga minyak mentah Brent hingga menembus dolar AS 90 per barel untuk pertama kalinya dalam sebulan.

"Kenaikan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah."

Di tengah lonjakan harga minyak, saham-saham sektor energi menguat 1,4 persen karena diperkirakan diuntungkan oleh kenaikan harga komoditas.

Sebaliknya, sektor perjalanan dan rekreasi turun 1,3 persen akibat kekhawatiran biaya operasional yang lebih tinggi, terutama dari sisi bahan bakar.

Maskapai berbiaya rendah Ryanair menjadi saham dengan penurunan terbesar di STOXX 600 setelah anjlok 4,6 persen. Perusahaan melaporkan laba kuartal pertama merosot 34 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu akibat kenaikan biaya bahan bakar serta tarif tiket yang lebih rendah.

Di sisi lain, saham sektor teknologi naik 0,4 persen menjelang rilis laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat.

Investor berharap hasil kinerja emiten teknologi dapat menjadi katalis baru bagi reli saham yang didorong oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI), meski pekan lalu proyeksi optimistis ASML dan kinerja kuat TSMC belum mampu mengangkat sentimen pasar secara signifikan.

Pelaku pasar juga menantikan rapat kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga acuannya di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya risiko inflasi akibat gejolak geopolitik.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua