Breaking

Saham Whoosh Dialihkan ke Pemerintah, Kemenkeu Pastikan Tanpa APBN

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Sabtu, 19 September 2026
Saham Whoosh Dialihkan ke Pemerintah, Kemenkeu Pastikan Tanpa APBN
Ilustrasi operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh di tengah proses pengalihan saham PSBI (sumber foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh kepada pemerintah tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Saat ini, saham Whoosh dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). Sementara itu, 40 persen saham lainnya tetap dipegang oleh konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani mengatakan pengalihan tersebut diupayakan tidak menggunakan APBN secara langsung untuk memenuhi kewajiban PT PSBI.

“Tentunya ini sesuai dengan harapan, tidak dengan melibatkan APBN secara langsung dalam pemenuhan kewajiban PT PSBI,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Proses finalisasi pengalihan saham tersebut saat ini masih berlangsung di Kemenkeu. Saham PT PSBI nantinya akan dialihkan kepada pemerintah melalui Kemenkeu.

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah melalui Kementerian Keuangan saat ini masih dalam proses finalisasi," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bersamaan dengan proses tersebut, Kemenkeu juga melakukan evaluasi terhadap nilai saham. Evaluasi dilakukan dengan memetakan aspek finansial, bisnis, operasional, dan hukum.

“Saat ini di Kementerian Keuangan sedang berjalan due diligence dan juga evaluasi nilai saham terhadap saham PSBI yang akan dialihkan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selanjutnya, Kemenkeu akan berkoordinasi dengan BP BUMN dan BPI Danantara untuk menyusun rancangan peraturan presiden (Perpres).

Dari sisi pengguna Whoosh, wisatawan mancanegara asal Malaysia tercatat menjadi kelompok pengguna asing dengan jumlah terbesar.

Berdasarkan data penjualan pada awal September 2026, sebanyak 2.300 tiket Whoosh dibeli oleh wisatawan Malaysia atau rata-rata mencapai 1.150 tiket per hari.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar.

"Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, KCIC tercatat telah melayani 105.095 penumpang warga negara Malaysia.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari total 262.369 penumpang Whoosh berkewarganegaraan asing (WNA). Sekitar 40 persen dari total penumpang WNA tersebut berasal dari Malaysia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua