Breaking

KLH Matangkan Kredit Keanekaragaman Hayati Berstandar Global, Indonesia Incar Tuan Rumah COP 18

RE
Kamis, 17 September 2026
KLH Matangkan Kredit Keanekaragaman Hayati Berstandar Global, Indonesia Incar Tuan Rumah COP 18

TEROPONGBISNIS.IDKementerian Lingkungan Hidup mempercepat penyiapan kerangka Kredit Keanekaragaman Hayati berstandar internasional sebagai instrumen pembiayaan hijau dari sektor swasta. Indonesia juga menyatakan minat menjadi tuan rumah Conference of the Parties ke-18 Convention on Biological Diversity pada 2028.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh Jumhur Hidayat, membuka forum kebijakan International Workshop on Biodiversity Credit Implementation di Jakarta, Selasa (15/9). Forum itu menjadi ruang tukar pengalaman bagi Indonesia dalam menyiapkan kerangka biodiversity credit nasional.

Menurut Jumhur, penyusunan instrumen ini menuntut fondasi kebijakan yang kokoh dan pedoman operasional yang jelas. Aturannya harus selaras dengan konteks ekologis, sosial-ekonomi, budaya, dan kelembagaan dalam negeri.

Tiga Prinsip Utama yang Ditetapkan Pemerintah

Jumhur menegaskan pengembangan biodiversity credit di Indonesia berpijak pada tiga prinsip. Ketiganya adalah integritas ilmiah, inklusi sosial, dan tata kelola yang transparan.

"Indonesia memandang bahwa pengembangan biodiversity credit harus dibangun berdasarkan tiga prinsip utama, yaitu integritas ilmiah, inklusi sosial, dan tata kelola yang transparan," kata Jumhur.

Pemerintah menempatkan masyarakat lokal dan masyarakat adat sebagai penjaga garis depan alam. Mereka juga dipandang sebagai pemegang otoritas pengetahuan tradisional yang bernilai tinggi.

Konsekuensinya, manfaat dari pelestarian alam wajib dibagikan secara berkeadilan. Nilai ekonomi yang adil itu menjadi bentuk pengakuan bagi pihak-pihak yang menjaga kelestarian lingkungan.

Dorongan bagi Sektor Swasta dan Pembiayaan Hijau

KLH menyadari target global keanekaragaman hayati tidak bisa dicapai sendiri. Pemerintah terus mendorong sektor swasta menambah kontribusi lewat investasi hijau.

Investasi itu diarahkan untuk mendukung konservasi berbasis masyarakat. Skema kredit keanekaragaman hayati diproyeksikan menjadi salah satu jalur pembiayaan yang kredibel dari dunia usaha.

Indonesia memiliki kekayaan hayati terbesar di dunia. Tantangan utamanya adalah menerjemahkan potensi ekosistem, spesies, dan sumber daya genetik menjadi instrumen ekonomi yang efektif bagi kesejahteraan masyarakat.

Menuju COP 17 di Armenia dan Pencalonan COP 18

Forum kebijakan International Advisory Panel on Biodiversity Credit (IAPB) di Jakarta disiapkan menjadi momentum persiapan kerangka nasional. Forum ini sekaligus memperkuat kolaborasi global untuk mencapai Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework.

Hasil pembahasan forum diharapkan memberi kontribusi nyata bagi persiapan dunia menuju COP 17 Convention on Biological Diversity di Armenia. Indonesia lalu mengumumkan rencana mempertimbangkan pencalonan diri sebagai tuan rumah COP 18 CBD pada 2028.

Jumhur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris dan Prancis, para anggota Policy Forum IAPB, serta seluruh mitra nasional dan internasional. Apresiasi khusus ditujukan kepada Indonesia Taskforce for Development of Biodiversity Credit Framework atas dukungan berkelanjutannya merumuskan instrumen strategis ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua