Kamis, 05 Februari 2026

Harga Batu Bara Global Menguat Dipicu Dinamika Permintaan China Dan Kebijakan Indonesia

Harga Batu Bara Global Menguat Dipicu Dinamika Permintaan China Dan Kebijakan Indonesia
Harga Batu Bara Global Menguat Dipicu Dinamika Permintaan China Dan Kebijakan Indonesia

JAKARTA - Pergerakan harga batu bara dunia kembali menarik perhatian setelah sempat tertekan dalam beberapa hari terakhir. 

Setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut turut, harga batu bara justru berbalik menguat dan memberikan sinyal pemulihan pasar. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai faktor pendorongnya, mulai dari permintaan global hingga peran Indonesia sebagai salah satu produsen utama batu bara dunia.

Berdasarkan data Refinitiv, harga batu bara ditutup di level US$ 117,5 per ton pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 2,03 persen dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan ini menjadi kabar positif setelah harga batu bara sebelumnya terkoreksi 2,04 persen dalam dua hari perdagangan beruntun, sehingga pelaku pasar mulai melihat peluang stabilisasi.

Baca Juga

Prospek Kinerja Emiten Migas Meningkat Seiring Melonjaknya Harga Minyak

Pemulihan Harga Setelah Tekanan Pasar

Kenaikan harga batu bara ini menandai pemulihan setelah tekanan yang sempat membayangi pasar. Harga bahkan tercatat menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Penguatan tersebut menunjukkan bahwa fundamental permintaan masih cukup kuat, meskipun pasar sempat dibayangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan fluktuasi permintaan energi.

Lonjakan harga batu bara juga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan energi untuk pembangkit listrik. Batu bara masih menjadi sumber energi utama di sejumlah negara besar, terutama di Asia. Permintaan yang relatif stabil dari sektor pembangkitan listrik menjadi penopang utama harga, meskipun pasar masih menghadapi dinamika pasokan yang cukup kompleks.

Peran China Dalam Mendorong Permintaan

China kembali menjadi sorotan sebagai konsumen batu bara terbesar dunia. Negara tersebut diperkirakan akan mengoperasikan lebih dari seratus pembangkit listrik tenaga batu bara baru sepanjang tahun ini. Di luar itu, masih terdapat ratusan unit pembangkit yang saat ini berada dalam tahap konstruksi untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik dan ekspor.

Sebagai konsumen, produsen, sekaligus importir batu bara terbesar dunia, China masih sangat bergantung pada batu bara untuk menggerakkan roda perekonomiannya. Ketergantungan ini tetap terjadi meskipun Beijing terus memperluas kapasitas energi terbarukan. Pemerintah China memang berkomitmen untuk mulai mengurangi penggunaan batu bara sebelum dekade berikutnya, namun dalam jangka pendek batu bara masih memegang peran penting.

Tekanan Produksi Dan Pasokan Global

Di sisi lain, kenaikan permintaan listrik global juga datang dari sektor baru seperti pusat data kecerdasan buatan dan pengisian kendaraan listrik. Kebutuhan energi yang meningkat dari sektor tersebut turut mendorong konsumsi batu bara, terutama di negara negara dengan ketergantungan tinggi pada pembangkit berbasis fosil. Kondisi ini memberikan dukungan tambahan terhadap harga di pasar global.

Sementara itu, produksi batu bara Indonesia diperkirakan turun menjadi sekitar enam ratus juta ton pada tahun ini. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan hampir delapan ratus juta ton pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi seiring melemahnya impor dari China dan India, yang selama ini menjadi pasar utama batu bara Indonesia.

Kebijakan Indonesia Dan Dampaknya Ke Pasar

Indonesia disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika harga batu bara global. Sejumlah perusahaan tambang di Tanah Air menangguhkan ekspor batu bara spot setelah pemerintah memberlakukan pemangkasan tajam kuota produksi melalui kebijakan RKAB. Pemotongan kuota ini membuat volume produksi yang diizinkan jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

Akibat kebijakan tersebut, banyak produsen memilih memprioritaskan pemenuhan kontrak jangka panjang untuk pasar ekspor maupun domestik. Penjualan spot yang bersifat lebih fleksibel cenderung dihentikan karena dinilai berisiko melampaui batas produksi yang ditetapkan. Dampak paling terasa dirasakan oleh tambang skala menengah dan kecil yang selama ini bergantung pada pasar spot.

Pandangan Analis Dan Prospek Harga

Pelaku pasar menilai terbatasnya pasokan spot dari Indonesia membuat pembeli luar negeri mulai kesulitan mendapatkan batu bara, khususnya untuk kualitas menengah hingga rendah. Kondisi ini berpotensi mendorong pembeli beralih ke negara lain dengan harga yang lebih tinggi untuk kontrak jangka pendek. Meski demikian, dampak terhadap harga global masih dinilai terbatas.

Goldman Sachs memandang pemangkasan produksi batu bara Indonesia kemungkinan tidak sebesar yang diumumkan pemerintah. Menurut lembaga tersebut, produsen besar masih memiliki fleksibilitas produksi dari sisa kuota sebelumnya. Selain itu, kebutuhan pasar domestik dan permintaan ekspor yang stabil menjadi faktor penahan penurunan produksi yang signifikan.

Goldman juga menilai bahwa selama tidak ada penegakan kebijakan yang jauh lebih ketat atau gangguan produksi besar, output batu bara Indonesia kemungkinan hanya turun tipis. Risiko lonjakan harga akibat kekurangan pasokan dinilai terbatas dalam jangka pendek. Fokus pasar global diperkirakan tetap tertuju pada permintaan dari China dan India.

Dari kawasan lain, sentimen positif juga terlihat di Australia. Saham Yancoal Australia dilaporkan melonjak signifikan lebih dari tujuh persen setelah muncul laporan percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di China. Data dari lembaga riset internasional menunjukkan adanya lonjakan proposal pembangunan pembangkit baru dan pengaktifan kembali pembangkit lama, meskipun investasi energi bersih juga terus berjalan.

Secara keseluruhan, pergerakan harga batu bara saat ini mencerminkan tarik menarik antara permintaan yang kuat dan kebijakan pasokan yang lebih ketat. Selama kebutuhan energi global masih tinggi dan transisi energi berlangsung bertahap, batu bara diperkirakan tetap menjadi komoditas strategis yang sensitif terhadap dinamika kebijakan dan permintaan dunia.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Lonjakan Signifikan Harga Gas Alam di Pasar AS Menjelang Kontrak Maret

Lonjakan Signifikan Harga Gas Alam di Pasar AS Menjelang Kontrak Maret

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah Usai Sempat Naik Dipicu Isu Global

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah Usai Sempat Naik Dipicu Isu Global

Harga Minyak Dunia Terus Menguat Dipicu Ketegangan Militer Amerika Serikat Iran

Harga Minyak Dunia Terus Menguat Dipicu Ketegangan Militer Amerika Serikat Iran

Proyek PSN Wanam Dikebut Bangun Dermaga Tangki BBM Dukung Logistik Nasional

Proyek PSN Wanam Dikebut Bangun Dermaga Tangki BBM Dukung Logistik Nasional

Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 5 Februari 2026 Se Indonesia

Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 5 Februari 2026 Se Indonesia