Prediksi IHSG dan Rekomendasi Strategi Investasi Saham Terbaik Hari Ini 5 Februari 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan momentum penguatannya pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026. Setelah berhasil berbalik arah ke zona hijau pada penutupan sebelumnya, fokus pasar kini tertuju pada upaya indeks untuk menembus batas resistansi baru.
Meski sentimen positif mendominasi, para investor diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi terbatas yang mungkin terjadi di tengah penantian rilis data ekonomi penting.
Optimisme ini muncul setelah pada Rabu, 4 Februari 2026, IHSG ditutup menguat 0,30% ke posisi 8.146. Pergerakan tersebut didukung oleh volume pembelian yang masih cukup kuat, terutama di sektor basis (basic) yang menjadi motor penggerak utama pasar.
Baca JugaFEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global
Analisis Teknikal: Peluang Penguatan dan Area Waspada Koreksi
Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat adanya ruang bagi indeks untuk terbang lebih tinggi. Berdasarkan analisis gelombang (wave), pergerakan saat ini menunjukkan potensi kenaikan yang signifikan menuju target yang lebih tinggi.
"IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [x], sehingga masih terdapat peluang penguatan untuk menguji 8.328-8.527," ujar Herditya. Meski demikian, ia memberikan catatan penting agar investor memperhatikan skenario koreksi. “Namun demikian, cermati area koreksi yang berada di 7.896-8.010,” tambahnya. Untuk perdagangan hari ini, ia mematok level support di 7.854 dan 7.654, sementara level resistance berada di 8.181 hingga 8.318.
Di sisi lain, Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memberikan pandangan yang sedikit lebih konservatif. Ia menilai IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas, yang dipicu oleh antisipasi pasar terhadap rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Fanny memprediksi indeks akan bergerak dalam rentang support 8.030-8.120 dan resistance 8.200-8.230.
Daftar Rekomendasi Saham Pilihan dari Para Analis
Menyikapi fluktuasi pasar hari ini, para analis telah merangkum deretan saham yang layak masuk ke dalam daftar pantau (watchlist). Herditya Wicaksana menjatuhkan pilihannya pada empat saham dari sektor energi dan infrastruktur, yakni PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
Sementara itu, Fanny Suherman dari BNI Sekuritas merekomendasikan kombinasi saham perbankan blue chip dan emiten berbasis komoditas, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), PT MAP Aktifadiperkasa Tbk (MAPA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO).
Strategi Masuk dan Target Harga Teknis
Bagi investor yang ingin melakukan eksekusi perdagangan, BNI Sekuritas memberikan panduan teknikal yang spesifik untuk beberapa saham pilihan:
BBRI (Spec Buy): Area beli di 3830-3860, cutloss di bawah 3820. Target dekat di 3900-3930.
TLKM (Spec Buy): Area beli di 3250-3330, cutloss di bawah 3200. Target dekat di 3400-3450.
JPFA (Spec Buy): Area beli di 2560-2600, cutloss di bawah 2550. Target dekat di 2640-2670.
MAPA (Spec Buy): Area beli di 690-700, cutloss di bawah 675. Target dekat di 720-740.
BRMS (Buy if Break 1000): Target dekat di 1060-1110. Cutloss di bawah 960.
PGEO (Spec Buy): Area beli di 1110-1120, cutloss di bawah 1100. Target dekat di 1140-1170.
Kilas Balik Performa Pasar Rabu Kemarin
Kondisi pasar sebelumnya pada 4 Februari 2026 menunjukkan performa yang cukup bergairah meskipun diwarnai aksi jual di beberapa sektor. IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.194,68 dengan nilai transaksi harian mencapai Rp 25,7 triliun.
Sektor basic memimpin penguatan dengan kenaikan tajam 3,32%, disusul oleh sektor keuangan yang naik 1,16%. Saham-saham seperti ESSA dan ANTM tercatat mengalami lonjakan signifikan yang membantu mengerek indeks. Namun, sektor konsumer siklikal harus terkoreksi cukup dalam sebesar 4,02%. Di sisi lain, kurs rupiah terpantau berada di kisaran 16.759 per dolar Amerika Serikat.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Pihak penulis tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Regan
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Merawat Akar Sejarah: Sudan Ajak Indonesia Perluas Ekspansi Bisnis dan Pendidikan
- Kamis, 05 Februari 2026
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Dominasi AI Global: Strategi Gemini 3 Bawa Google Tembus 750 Juta Pengguna
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Dinamika Logam Mulia: Harga Emas Antam Melandai Pasca-Lonjakan Ekstrem
- Kamis, 05 Februari 2026
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026










