JAKARTA - Pasar logam mulia di Indonesia kembali menunjukkan volatilitas yang menarik perhatian para pelaku investasi. Setelah sempat mengejutkan publik dengan kenaikan drastis hingga mencapai angka Rp 102.000 per gram pada hari sebelumnya, grafik harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akhirnya menunjukkan fase konsolidasi. Pada perdagangan Kamis, harga komoditas "aman" ini terpantau mengalami koreksi teknis. Penurunan ini menjadi momen krusial bagi investor untuk mengevaluasi kembali portofolionya, terutama di tengah tren harga emas yang kini telah menembus level psikologis baru yang cukup tinggi.
Rincian Perubahan Harga Emas Batangan Antam Terkini
Berdasarkan data resmi yang dirilis melalui situs Logam Mulia Antam pada Kamis pagi, harga emas batangan 24 karat hari ini dipatok pada angka Rp 2.956.000 per gram. Angka ini mencerminkan penurunan sebesar Rp 17.000 jika dibandingkan dengan posisi harga pada hari Rabu. Meskipun terkoreksi, posisi harga saat ini tetap berada pada level yang relatif tinggi jika dilihat dalam perspektif historis satu tahun terakhir.
Baca JugaFEB Unisma Gandeng TIU Jepang Adopsi Kurikulum Bisnis Standar Global
Diferensiasi harga terlihat jelas pada berbagai satuan ukuran yang tersedia. Untuk investor yang mengincar satuan terkecil, yakni ukuran 0,5 gram, harga hari ini berada di posisi Rp 1.528.000. Sementara itu, untuk satuan menengah seperti emas 10 gram, Antam membanderolnya dengan harga Rp 29.055.000. Bagi investor skala besar, ukuran emas paling jumbo yakni 1.000 gram atau 1 kilogram dijual dengan label harga Rp 2.896.600.000. Variasi harga ini menunjukkan adanya perbedaan biaya manufaktur dan margin yang dibebankan pada setiap satuan berat yang berbeda.
Tren Pergerakan Harga dalam Rentang Waktu Bulanan
Melihat ke belakang dalam kurun waktu sepekan terakhir, harga emas Antam menunjukkan volatilitas yang cukup lebar, bergerak di rentang antara Rp 2.844.000 hingga puncaknya di Rp 3.168.000 per gram. Fluktuasi ini menandakan adanya tekanan yang kuat dari sentimen global maupun dinamika permintaan domestik.
Jika rentang waktu ditarik lebih jauh ke dalam satu bulan terakhir, pergerakan emas Antam bahkan jauh lebih dinamis. Harga terendah tercatat berada pada level Rp 2.549.000 per gram, sementara harga tertingginya menyentuh Rp 3.168.000 per gram. Kenaikan signifikan dalam waktu singkat ini sering kali memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh sebagian investor, yang secara otomatis memberikan tekanan jual dan menyebabkan harga terkoreksi seperti yang terjadi pada hari ini.
Penurunan Harga Buyback dan Regulasi Pajak Terbaru
Koreksi harga tidak hanya terjadi pada sisi penjualan, tetapi juga berimbas pada harga beli kembali atau buyback. Harga buyback emas Antam hari ini ikut melorot sebesar Rp 17.000 per gram, sehingga kini berada di posisi Rp 2.720.000 per gram. Bagi para pemegang emas yang berniat mencairkan asetnya, harga inilah yang akan menjadi acuan dasar bagi Antam dalam membeli kembali emas dari masyarakat.
Namun, hal yang patut digarisbawahi oleh para investor adalah adanya aspek perpajakan yang melekat pada setiap transaksi. Sesuai dengan implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, terdapat ketentuan khusus mengenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Dalam regulasi tersebut, ditegaskan bahwa setiap transaksi buyback dengan nilai total di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan potongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak ini bersifat final dan akan dipotong secara otomatis dari total nilai transaksi yang diterima oleh penjual pada saat penyerahan emas kepada Antam. Hal ini penting untuk diperhitungkan agar investor dapat mengestimasi hasil bersih yang akan didapatkan secara akurat.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Berbagai Satuan
Sebagai referensi bagi masyarakat yang ingin melakukan transaksi baik untuk tujuan investasi jangka panjang maupun diversifikasi aset, berikut adalah rincian lengkap harga emas Antam mulai dari satuan terkecil hingga terbesar per Kamis:
Emas 0,5 gram: Rp 1.528.000
Emas 1 gram: Rp 2.956.000
Emas 2 gram: Rp 5.852.000
Emas 3 gram: Rp 8.753.000
Emas 5 gram: Rp 14.555.000
Emas 10 gram: Rp 29.055.000
Emas 25 gram: Rp 72.512.000
Emas 50 gram: Rp 144.945.000
Emas 100 gram: Rp 289.812.000
Emas 250 gram: Rp 724.265.000
Emas 500 gram: Rp 1.448.320.000
Emas 1.000 gram: Rp 2.896.600.000
Melihat rincian tersebut, terlihat adanya tren harga per gram yang semakin kompetitif (lebih murah) jika investor melakukan pembelian dalam satuan berat yang lebih besar. Hal ini merupakan strategi umum dalam investasi logam mulia untuk menekan biaya cetak per gramnya.
Analisis Penutup bagi Investor Logam Mulia
Meskipun hari ini harga emas mengalami koreksi, fundamental emas sebagai instrumen lindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian ekonomi global tahun 2026 tetap dianggap kuat oleh banyak analis. Penurunan harga sebesar Rp 17.000 per gram dapat dipandang sebagai peluang bagi calon investor baru untuk melakukan akumulasi di harga yang lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Namun, tetap diperlukan kewaspadaan terhadap fluktuasi harga harian yang bisa sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter Amerika Serikat, nilai tukar rupiah, serta kondisi geopolitik dunia. Investor disarankan untuk selalu memantau pergerakan harga secara berkala dan memahami bahwa emas adalah instrumen investasi jangka menengah hingga panjang.
David
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Ramalan Shio Hari Ini: Cek Keberuntungan Rugi Dan Yang Perlu Diwaspadai
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemenkes Ingatkan Risiko Dengue Di Samping Kebutuhan Sembako Musim Hujan
- Kamis, 05 Februari 2026
Kemenkes dan OneSight Berkolaborasi Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata Masyarakat Indonesia
- Kamis, 05 Februari 2026
BYD Atto 3 Facelift Siap Mengaspal di IIMS 2026 Membawa Peningkatan Performa Signifikan
- Kamis, 05 Februari 2026
BYD Resmi Memperkenalkan Song Ultra EV Sebagai Crossover Listrik Premium Terbaru
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Emas Kembali Berkilau: Menembus Level Psikologis US$5.000 di Tengah Gejolak Global
- Kamis, 05 Februari 2026
Benteng Perlindungan Sawah Sulteng: Menangkal Risiko Gagal Panen di Tengah Anomali Cuaca
- Kamis, 05 Februari 2026
Strategi Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Perumahan Demi Target KPR 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Komitmen Kuat BRI Targetkan Penyaluran 60.000 Unit KPR Subsidi Tahun 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Strategi Diversifikasi Aset: 8 Instrumen Investasi Terbaik 2026 untuk Cuan Maksimal
- Kamis, 05 Februari 2026













