Warga Diminta Aktif Jaga Kesehatan dan Lingkungan untuk Redam Ancaman DBD di Bengkulu
- Kamis, 05 Februari 2026
JAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mengingatkan warga untuk waspada terhadap ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) di awal tahun 2026, meskipun hingga saat ini belum ada laporan kasus DBD di Kota Bengkulu. Permintaan waspada itu disampaikan karena kondisi cuaca yang kurang baik sangat berpotensi menjadi faktor berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa virus DBD. Pernyataan ini diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu, Neli Hartati, saat memberikan imbauan kepada masyarakat pada Kamis lalu.
DBD selalu menjadi sorotan serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat karena dampaknya terhadap kesehatan warga, terutama ketika kondisi lingkungan dan cuaca memungkinkan nyamuk berkembang pesat. Walau angka kasus masih nol untuk awal 2026, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kasus DBD dapat meningkat jika antisipasi dan pencegahan tidak dilakukan secara konsisten.
Menghidupkan Kesadaran Kesehatan: 3M dan Gaya Hidup Bersih
Dalam imbauannya, Neli Hartati menekankan bahwa kunci pencegahan DBD adalah menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pribadi warga. Menurutnya, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan tindakan preventif lain jauh lebih efektif dibandingkan langkah kuratif jika penyakit sudah menyebar.
Baca JugaPanduan Cara Langganan Spotify Premium dan Daftar Paketnya 2026
“Kunci utama pencegahan DBD ada pada kebersihan lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk rutin melakukan 3M—menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala,” ujar Neli.
Imbauan seperti ini bukan hal baru di Bengkulu. Selama beberapa tahun terakhir, Pemkot melalui Dinkes telah terus menerus mengajak dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gaya hidup bersih dan sehat, termasuk langkah-langkah deteksi dini sehingga kasus DBD bisa ditangani lebih cepat dan tidak berujung fatal.
Peran Lingkungan dan Cuaca dalam Penyebaran DBD
Perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu faktor yang dikhawatirkan mempercepat perkembangan nyamuk Aedes aegypti. Kondisi seperti hujan silih berganti dengan panas membuat genangan air mudah terbentuk di berbagai tempat yang tidak terduga, misalnya bak mandi, pot bunga, atau barang-barang bekas yang diletakkan di luar rumah. Genangan seperti itu adalah lokasi yang disukai nyamuk untuk bertelur.
Kendati kasus DBD belum tercatat di awal tahun ini, Pemkot tetap menekankan bahwa tingginya potensi menjadi kewaspadaan penting, terutama bagi keluarga dengan anak kecil, lansia, atau mereka yang punya daya tahan tubuh rendah. Penyakit ini, jika tidak cepat diketahui gejalanya dan ditangani secara medis, bisa berkembang menjadi kondisi yang serius bahkan mengancam nyawa.
Gerakan Masyarakat: Sinergi Preventif untuk Cegah Penyebaran DBD
Pencegahan DBD bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Bentuk nyata yang dapat dilakukan warga antara lain rutin membersihkan lingkungan rumah, melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara berkala, dan ikut serta dalam kegiatan gotong royong yang difasilitasi maupun diinisiasi oleh lingkungan setempat.
Pelibatan masyarakat sangat penting karena penyebaran nyamuk sering terjadi di lingkungan rumah tangga atau komplek perumahan yang kurang terawat. Kesadaran komunitas akan dampak lingkungan yang kotor atau tidak teratur dapat mempercepat upaya pengendalian nyamuk, sehingga risiko penyakit seperti DBD bisa ditekan lebih efektif.
Bagi warga yang tinggal di area rawan genangan air, disarankan untuk melakukan pemantauan lingkungan secara berkala, terutama setelah hujan atau angin kencang. Jika menemukan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, cepatlah melakukan tindakan pembersihan, seperti menguras bak mandi, menutup penampungan air, dan membuang barang bekas yang tak terpakai yang bisa menampung air hujan.
Data Kasus DBD: Tren dari Tahun ke Tahun
Data yang dirilis mencerminkan fluktuasi kasus DBD dari tahun ke tahun di Kota Bengkulu. Pada 2022, tercatat 210 kasus DBD tanpa korban jiwa. Namun, angka itu menurun signifikan pada 2023 menjadi 48 kasus saja. Sayangnya, pada 2024, jumlah pasien yang terjangkit meningkat kembali mencapai 266 kasus dengan empat orang meninggal dunia. Sementara itu, pada 2025, jumlah kasus tercatat 85 dengan lima kematian.
Tren seperti ini menggambarkan bahwa DBD tetap menjadi ancaman nyata, bukan sekadar isu musiman semata. Oleh karena itu, upaya preventif, edukatif, dan kolaboratif harus terus ditingkatkan untuk meminimalisir korban dan kasus di masa mendatang.
Kewaspadaan dan Kerja Sama untuk Hidup Sehat
Menghadapi ancaman penyakit yang dibawa oleh faktor lingkungan seperti DBD, masyarakat Bengkulu diimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan disiplin dalam menjaga kebersihan pribadi serta lingkungan sekitar. Kerja sama antara pemerintah dan warga adalah kunci agar wabah penyakit ini tidak kembali melonjak.
Dengan langkah sederhana seperti menerapkan 3M, membersihkan lingkungan rumah secara rutin, serta tanggap terhadap tanda atau gejala penyakit, diharapkan angka kasus dan korban DBD di Bengkulu dapat terus ditekan, sehingga kesehatan masyarakat terjaga secara optimal.
Fery
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
- Kamis, 05 Februari 2026
BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Menyoroti Warisan Diplomasi Mochtar melalui Film “12 Mile” di Layar Lebar
- Kamis, 05 Februari 2026
Perluasan Layanan Mata di Sudirman Perkuat Akses Kesehatan Perkotaan Jakarta
- Kamis, 05 Februari 2026
Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini: Gerimis dan Hujan Lebat Menyapa Pagi Sampai Malam
- Kamis, 05 Februari 2026
Terpopuler
1.
Wuling Eksion Jadi SUV Keluarga Baru dengan Teknologi EV dan PHEV
- 05 Februari 2026
2.
Polda Kaltim Petakan 3.000 Truk ODOL Menuju Target Zero 2027
- 05 Februari 2026
3.
Satlantas Polres Probolinggo Gelar Ramp Check di Exit Tol Leces
- 05 Februari 2026













