Kamis, 05 Februari 2026

Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung

Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung
Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung

JAKARTA - Pada awal tahun 2026, program pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mendapat perhatian besar dari pemerintah. 

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan rencana ambisius untuk menyelesaikan 30 ribu bangunan fisik koperasi tersebut pada Mei hingga Juni 2026. 

Tujuan utamanya adalah memperkuat ketahanan ekonomi di desa, serta memastikan ketersediaan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat desa melalui koperasi yang terorganisir. Pembangunan koperasi ini dianggap sebagai langkah besar untuk memberdayakan ekonomi desa yang selama ini masih bergantung pada sektor pertanian dan usaha mikro.

Baca Juga

Kemenhub Fokus Jadikan Bandara Pusat Respon Cepat Bencana

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa tahap pertama adalah menuntaskan pembangunan fisik koperasi. Setelah itu, tahap kedua adalah memastikan koperasi tersebut beroperasi dengan efektif. 

Zulhas menekankan bahwa keberhasilan pembangunan fisik ini menjadi kunci agar koperasi dapat berfungsi dengan baik dalam membantu masyarakat desa mengakses berbagai kebutuhan pokok dan mendukung kegiatan ekonomi lokal.

Koperasi Sebagai Pusat Ekonomi Desa

Konsep Koperasi Desa Merah Putih memiliki peran yang strategis dalam mendukung kesejahteraan ekonomi desa. Setelah selesai dibangun, koperasi akan mengisi stok barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa, seperti pupuk, sembako, hingga gas LPG 3 kilogram. 

Zulhas berharap koperasi ini dapat menjadi tempat penyedia kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat, serta mengurangi ketergantungan desa terhadap rantai pasokan yang lebih panjang dan biaya tinggi.

Namun, peran koperasi tidak hanya terbatas pada penyediaan barang-barang pokok. Zulhas juga mengungkapkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan berfungsi sebagai offtaker atau penyerap hasil dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di desa-desa sekitar. 

Dengan demikian, koperasi akan membantu UMKM desa untuk mendapatkan pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat perekonomian lokal. Konsep ini selaras dengan program Presiden Joko Widodo yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi rakyat, terutama di level desa.

Pembangunan koperasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi desa yang selama ini lebih tertinggal dibandingkan daerah perkotaan.

Oleh karena itu, Koperasi Desa Merah Putih diharapkan bukan hanya sekedar tempat untuk membeli barang, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

Pembangunan 30 Ribu Bangunan Fisik Sebagai Langkah Awal

Zulhas menargetkan pembangunan 30 ribu bangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih harus selesai pada Mei-Juni 2026. Menurutnya, penyelesaian fisik koperasi menjadi langkah awal yang penting sebelum koperasi bisa beroperasi secara efektif. 

Proses pembangunan sendiri sudah dimulai di berbagai daerah, namun tantangan besar ada pada distribusi dan penyelesaian pembangunan di luar Pulau Jawa.

Menurut Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, sudah ada 680 bangunan koperasi yang berhasil diselesaikan. Sebagian besar berada di wilayah Jawa, sementara di luar Jawa pembangunan masih berjalan lambat. 

Joao menyebutkan bahwa untuk daerah di luar Jawa, rata-rata hanya sekitar 10-14 unit yang sudah selesai dibangun. Meskipun demikian, ia optimistis jika target 30 ribu unit dapat tercapai pada April 2026.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun pembangunan bangunan fisik memerlukan waktu dan koordinasi yang matang, pemerintah tetap berupaya agar pembangunan dapat terlaksana sesuai rencana. Joao juga menambahkan bahwa target pembangunan 60 ribu hingga 80 ribu unit pada Juli 2026 mungkin akan tercapai, bergantung pada kesiapan lahan dan partisipasi masyarakat desa.

Potensi dan Tantangan Koperasi Desa Merah Putih

Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi pusat ekonomi yang vital bagi masyarakat desa. 

Pemerintah berharap koperasi ini bisa menjadi tempat untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap barang dan jasa yang diperlukan. Salah satu aspek yang ditekankan oleh Zulhas adalah pentingnya koperasi untuk tetap menjaga harga barang yang wajar, agar tidak memberatkan masyarakat.

Namun, pengoperasian koperasi ini tidak semudah yang dibayangkan. Banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan koperasi dapat berjalan dengan efektif.

Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan lahan dan infrastruktur yang memadai untuk mendirikan koperasi di seluruh desa. Di beberapa daerah, masalah ini menjadi penghambat utama dalam penyelesaian pembangunan fisik koperasi.

Selain itu, pengelolaan koperasi juga menjadi tantangan tersendiri. Koperasi harus memiliki manajemen yang baik agar bisa berfungsi dengan efisien dan transparan. Pemerintah harus memastikan bahwa koperasi tidak hanya sekedar ada, tetapi benar-benar berfungsi sebagai lembaga yang melayani kebutuhan masyarakat.

Ekspansi dan Operasional Koperasi

Setelah tahap pembangunan fisik selesai, pemerintah berencana untuk segera mengisi koperasi dengan barang-barang yang akan dijual kepada masyarakat. Barang-barang ini meliputi sembako, pupuk, dan gas elpiji. 

Selain itu, koperasi juga akan menjadi wadah bagi hasil UMKM untuk dipasarkan ke lebih banyak konsumen, baik di dalam desa maupun di luar desa.

Namun, ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu pentingnya koperasi untuk tetap menjaga kualitas barang dan harga yang wajar. Koperasi harus bisa memberikan harga yang terjangkau, tetapi tetap memperhatikan kualitas barang yang dijual. Hal ini menjadi tantangan besar mengingat biaya operasional koperasi yang tidak sedikit.

Joao menyebutkan bahwa untuk memastikan operasional koperasi berjalan lancar, dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat. 

Pemerintah daerah harus mendukung program ini dengan menyediakan lahan yang diperlukan dan memberikan fasilitas yang memadai untuk pengelolaan koperasi. Sementara itu, masyarakat desa juga diharapkan dapat aktif dalam mengelola koperasi ini agar dapat memberi manfaat langsung kepada mereka.

Koperasi Desa Sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya sekedar proyek pembangunan fisik, tetapi juga merupakan upaya untuk memperkuat ekonomi rakyat. 

Melalui koperasi, masyarakat desa dapat memperoleh akses lebih mudah terhadap berbagai barang dan jasa yang dibutuhkan. Selain itu, koperasi juga berperan dalam memperkuat sektor UMKM di desa.

Dengan adanya koperasi yang baik, pemerintah berharap dapat menciptakan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat desa. Sebagai salah satu upaya pemerataan ekonomi, Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan pembangunan antara daerah perkotaan dan pedesaan. 

Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, koperasi ini bisa menjadi motor penggerak perekonomian desa yang tangguh dan mandiri.

Sutomo

Sutomo

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026

Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China

Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China