Kamis, 05 Februari 2026

Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China

Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China
Xiaomi SU7 Geser Dominasi Tesla di Pasar Sedan Listrik China

JAKARTA - Lanskap industri otomotif global tengah menyaksikan sebuah anomali yang luar biasa di pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbesar di dunia. Tesla, raksasa asal Amerika Serikat yang selama bertahun-tahun merajai segmen premium di Negeri Tirai Bambu, kini harus rela menyerahkan takhtanya. Penantang terkuatnya bukan lagi pemain otomotif lama, melainkan raksasa teknologi yang baru seumur jagung terjun ke aspal: Xiaomi.

Melalui model andalannya, SU7, Xiaomi secara resmi dinobatkan sebagai pemimpin pasar baru untuk kategori sedan listrik premium sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) yang dirilis melalui South China Morning Post, Minggu, Xiaomi SU7 membukukan angka penjualan fantastis sebesar 258.164 unit.

Pencapaian ini menjadi pukulan telak bagi Tesla Model 3 yang hanya mampu mencatatkan penjualan sebanyak 200.361 unit di periode yang sama. Keunggulan signifikan ini menandai pergeseran loyalitas konsumen China yang kini lebih melirik produk lokal yang menawarkan integrasi teknologi lebih dalam dan harga yang lebih bersahabat.

Baca Juga

Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung

Runtuhnya Dominasi Asing di Tangan Raksasa Lokal

Kemenangan Xiaomi dipandang sebagai tonggak sejarah baru dalam industri otomotif China. Sejak Gigafactory 3 Shanghai mulai memproduksi Model 3 pada akhir 2019, Tesla seolah menjadi standar emas yang tak tersentuh di segmen sedan listrik. Namun, kondisi tersebut mulai goyah seiring dengan agresivitas merek lokal seperti Nio, Xpeng, hingga IM Motors.

Puncaknya terjadi ketika Xiaomi merilis SU7. Mobil ini tidak hanya bersaing secara spesifikasi, tetapi juga menghancurkan dominasi Tesla lewat ekosistem digital yang masif. Penurunan pangsa pasar Tesla pun terlihat sangat drastis, menyusut dari 16 persen pada tahun 2020 menjadi hanya 6,9 persen pada penutupan tahun 2024. Secara keseluruhan, performa penjualan Tesla di China turun 4,8 persen pada tahun 2025 dengan total 625.698 unit.

Strategi Harga Kompetitif dan Ekosistem Digital Terpadu

Keberhasilan Xiaomi SU7 berakar pada strategi yang sangat terukur: harga yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kemewahan teknologi. Edisi dasar SU7 dipasarkan seharga 235.500 yuan (sekitar Rp 568,5 juta), angka yang sekitar 9 persen lebih murah dibandingkan banderol Tesla Model 3.

Namun, faktor harga hanyalah pintu masuk. Daya tarik sesungguhnya terletak pada "nyawa" digital di dalam kabin. Integrasi kokpit digital dengan ekosistem perangkat pintar Xiaomi lainnya, ditambah sistem pengemudian otonom yang mumpuni, menjadi alasan kuat bagi konsumen muda untuk berpindah hati.

“Dominasi Tesla di segmen EV premium terkikis oleh para pesaingnya dari China yang mampu memproduksi kendaraan setara dengan standar teknologi Tesla, sambil menawarkan harga lebih rendah,” jelas Eric Han, manajer senior di perusahaan konsultan Suolei yang berbasis di Shanghai. Han menilai keberhasilan Xiaomi menjadi katalisator bagi industri otomotif China untuk terus meningkatkan nilai tambah pada setiap produknya.

Optimisme Analis dan Bertahannya Taji Tesla Model Y

Meski angka penjualan sedan mereka terlampaui, Tesla dinilai belum sepenuhnya kalah di daratan China. Gao Shen, seorang analis independen di Shanghai, mencatat bahwa Tesla masih memegang satu kartu as yang kuat melalui Model Y. Kendaraan tersebut tetap menjadi SUV terlaris di China sepanjang 2025, mengungguli semua kompetitor baik dari kategori mesin bensin maupun listrik.

“Karena Model Y tetap menjadi SUV terlaris di China, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Tesla tidak dapat merebut kembali pangsa pasarnya yang hilang,” ungkap Gao Shen.

Namun, Gao juga memberikan catatan kritis bagi produsen lokal termasuk Xiaomi. Di balik angka penjualan yang tinggi, mereka menghadapi tantangan finansial yang berat untuk mencapai titik impas (break-even point) akibat perang harga yang brutal serta biaya riset dan pengembangan yang membengkak.

Komitmen Keselamatan dan Peluncuran Varian Terbaru

Di balik euforia kesuksesan, Xiaomi tidak lepas dari sorotan tajam mengenai isu keamanan. Sepanjang tahun 2025, beberapa insiden fatal yang melibatkan SU7 sempat mencuat, termasuk kecelakaan di Tongling yang menewaskan tiga orang saat fitur bantuan pengemudi sedang aktif. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa teknologi canggih harus dibarengi dengan sistem keselamatan yang tanpa celah.

CEO Xiaomi, Lei Jun, menyadari betul risiko tersebut dan secara terbuka memberikan pernyataan tegas mengenai arah pengembangan perusahaan ke depan. “Keselamatan akan menjadi prioritas utama dalam pengembangan produk-produk baru perusahaan,” tutur Lei Jun pada November lalu.

Sebagai bukti komitmen sekaligus strategi mempertahankan momentum, Xiaomi baru saja meluncurkan versi penyegaran dari SU7 di awal tahun 2026 ini. Varian baru tersebut menawarkan performa yang lebih kompetitif dengan harga mulai dari 229.900 yuan (sekitar Rp 555 juta). Keunggulan utamanya terletak pada peningkatan efisiensi baterai yang diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 900 kilometer dalam satu kali pengisian daya penuh, sebuah angka yang diprediksi akan semakin memperlebar jarak persaingan dengan para kompetitor asing.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026