Kamis, 05 Februari 2026

Revolusi Cerdas di Lahan Pertanian: Menghubungkan Petani Kecil ke Pasar Global Lewat Kecerdasan Buatan

Revolusi Cerdas di Lahan Pertanian: Menghubungkan Petani Kecil ke Pasar Global Lewat Kecerdasan Buatan
Revolusi Cerdas di Lahan Pertanian: Menghubungkan Petani Kecil ke Pasar Global Lewat Kecerdasan Buatan

JAKARTA - Dunia agribisnis global saat ini tengah menghadapi tekanan regulasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Standar keberlanjutan bukan lagi sekadar pilihan etis, melainkan syarat mutlak untuk menembus pasar internasional. Di tengah kompleksitas ini, petani kecil sering kali menjadi pihak yang paling rentan karena keterbatasan akses teknologi untuk membuktikan kepatuhan mereka. Menjawab tantangan tersebut, KOLTIVA, raksasa AgriTech kolaborasi Swiss-Indonesia, mengambil langkah pionir dengan meluncurkan sistem ketertelusuran berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui integrasi teknologi mutakhir, inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi rantai pasok pangan menjadi lebih transparan, cerdas, dan yang paling penting, inklusif bagi jutaan petani di berbagai belahan dunia.

Sinergi Strategis: Inovasi AI Singapura untuk Kopi dan Kakao Aceh

Proyek ambisius ini diawali dengan kolaborasi strategis bersama SUGATA PTE. LTD, pemasok komoditas kopi dan kakao berkelanjutan yang beroperasi di Aceh, Indonesia. Inisiatif ini menandai lahirnya model ketertelusuran berbasis AI pertama di kawasan yang mengintegrasikan praktik pengadaan bertanggung jawab. Langkah ini didukung penuh oleh AI Singapore melalui program AIAP for Industry, yang menyediakan kerangka teknis mendalam untuk menyuntikkan kecerdasan digital pada setiap sendi rantai pasok.

Baca Juga

Kisah Cinta yang Terungkap: The Drama Siap Merobek Hari Bahagia di Bioskop

KOLTIVA, yang kini telah mendukung lebih dari 19.000 pelaku usaha di 94 negara, memposisikan teknologi ini sebagai jawaban atas regulasi ketat seperti EU Deforestation Regulation (EUDR) dan U.S. Food Safety Modernization Act (FSMA). Joe Keen Poon, Executive Chairman of the Board KOLTIVA, menyatakan kebanggaannya atas evolusi teknologi ini. "Sebagai perusahaan global, saya bangga menyertakan evolusi teknologi kami pada ekosistem kelas dunia AI Singapore. Dengan memanfaatkan kepemimpinan AI Singapura, kami memberdayakan petani di 94 negara untuk menavigasi kompleksitas regulasi global melalui rantai pasok yang benar-benar cerdas dan berbasis data," tegas Joe.

Mitigasi Risiko dan Keberlanjutan Berbasis Prediksi Akurat

Inti dari inisiatif ini adalah kemampuan AI untuk melakukan pemantauan risiko secara real-time. Dalam ekosistem digital KoltiTrace, AI bertindak sebagai pusat intelijen yang mengukur kinerja lingkungan dan sosial secara otomatis. Bukan lagi sekadar pelaporan manual yang lambat, sistem ini mampu memprediksi risiko iklim, mengestimasi hasil panen, dan memastikan kepatuhan terhadap standar ESG (Environmental, Social, and Governance).

Joe Keen Poon menambahkan bahwa tekanan global menuntut sistem pangan yang lebih transparan. "Rantai pasok global menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya---dari pengetatan regulasi kepatuhan, meningkatnya tuntutan konsumen akan sistem pangan yang transparan, hingga urgensi inklusi petani kecil. Kondisi ini mendorong pergeseran mendasar, di mana ketertelusuran berbasis AI menjadi katalis untuk membangun sistem pangan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Kolaborasi dengan SUGATA dan AI Singapore merupakan langkah penting untuk menjadikan rantai pasok global tidak hanya transparan, tetapi juga benar-benar cerdas," tuturnya.

Transformasi Operasional Lapangan Melalui Asisten Cerdas

Penerapan AI juga menyentuh aspek operasional harian para agronom dan manajer proyek di lapangan. Inovasi ini menghadirkan sistem penasihat cerdas yang memberikan wawasan mendalam mengenai analitik profitabilitas dan intelijen kontrak. Dengan bantuan dasbor pelacakan risiko, pengambilan keputusan di tingkat lahan menjadi lebih adaptif dan berbasis data terverifikasi. Hal ini memastikan setiap intervensi yang dilakukan memiliki dampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan petani.

Laurence Liew, Direktur AI Innovation di AI Singapore, menyambut baik kemitraan ini sebagai upaya memajukan solusi AI yang siap pakai di industri. "Melalui AIAP for Industry, AI Singapore dengan senang hati bermitra dengan Kudeungo Sugata (melalui Sugata Pte. Ltd) dan Koltiva untuk memajukan solusi AI yang memperkuat keberlanjutan dan ketahanan di seluruh rantai pasok agribisnis. Kolaborasi ini menyatukan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi yang berdampak dan siap industri, sekaligus menumbuhkan talenta rekayasa AI lokal untuk masa depan," jelas Laurence.

Integritas Data dan Kepatuhan Otomatis Standar Global

Salah satu tantangan terbesar dalam agribisnis adalah validitas data lapangan. Untuk itu, KOLTIVA memprioritaskan pengembangan platform pelaporan yang dilengkapi dengan pemantauan kualitas data terintegrasi. Furqonudin Ramadhani, CTO dan Co-Founder KOLTIVA, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mendeteksi anomali dan menjamin integritas setiap transaksi.

"Kami memprioritaskan pengembangan bersama platform Pelaporan Keberlanjutan dan Kepatuhan berbasis AI dengan pemantauan kualitas data terintegrasi. Sistem ini akan mengotomatisasi proses pelaporan, menggantikan alur kerja manual dengan dokumentasi ESG dan uji tuntas yang cepat, akurat, dan selaras dengan standar global. AI juga akan memantau serta memvalidasi data lintas sistem, mendeteksi anomali, dan memastikan integritas data lapangan maupun transaksi," pungkas Furqonudin.

Sebagai pilot proyek, SUGATA mengintegrasikan solusi ini dalam pengadaan kakao dan kopi di Indonesia, yang mencakup pemetaan lahan menyeluruh hingga skema pembayaran premium bagi petani yang menerapkan praktik berkelanjutan. Dengan demikian, teknologi bukan hanya menjadi alat pengawasan, melainkan instrumen untuk memberikan penghargaan finansial yang lebih adil bagi petani kecil yang telah menjaga kelestarian bumi.

David

David

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Warga Diminta Aktif Jaga Kesehatan dan Lingkungan untuk Redam Ancaman DBD di Bengkulu

Warga Diminta Aktif Jaga Kesehatan dan Lingkungan untuk Redam Ancaman DBD di Bengkulu

Perluasan Layanan Mata di Sudirman Perkuat Akses Kesehatan Perkotaan Jakarta

Perluasan Layanan Mata di Sudirman Perkuat Akses Kesehatan Perkotaan Jakarta

Mobil Layanan SIM Keliling Kembali Layani Warga Ibu Kota

Mobil Layanan SIM Keliling Kembali Layani Warga Ibu Kota

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini: Gerimis dan Hujan Lebat Menyapa Pagi Sampai Malam

Prakiraan Cuaca Malang Hari Ini: Gerimis dan Hujan Lebat Menyapa Pagi Sampai Malam

Ramalan Shio Hari Ini: Peluang Emas Dan Datangnya Rezeki Tak Terduga

Ramalan Shio Hari Ini: Peluang Emas Dan Datangnya Rezeki Tak Terduga