Kamis, 05 Februari 2026

10 Universitas Terbaik Asia Tenggara 2026: Dominasi Kampus Singapura dan Malaysia Tanpa UI-UGM

10 Universitas Terbaik Asia Tenggara 2026: Dominasi Kampus Singapura dan Malaysia Tanpa UI-UGM

JAKARTA - Daftar universitas terbaik di kawasan Asia Tenggara pada 2026 kembali dirilis oleh lembaga pemeringkatan global QS Quacquarelli Symonds melalui QS World University Rankings 2026. Dalam pemeringkatan yang mempertimbangkan kinerja akademik, reputasi internasional, output riset, dan indikator lain ini, terlihat bahwa dominasi kampus-kampus asal Singapura dan Malaysia tetap kuat. Sementara itu, dua universitas besar Indonesia, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM), tidak masuk ke dalam daftar 10 besar versi QS WUR Asia Tenggara 2026 meskipun keduanya memiliki prestasi masing-masing dalam skala global dan regional.

QS WUR merupakan salah satu pemeringkatan perguruan tinggi terkemuka dunia yang dirilis setiap tahun dan mencatatkan lebih dari 1.500 universitas dari berbagai negara. Dalam laporan tahun ini, fokus evaluasi termasuk reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio dosen-mahasiswa, publikasi riset, serta indikator kolaborasi internasional dan keberlanjutan.

Dominasi Singapura dan Malaysia di Puncak
Sepuluh universitas teratas di Asia Tenggara versi QS WUR 2026 sebagian besar berasal dari dua negara ini. Posisi puncak ditempati oleh beberapa kampus ternama seperti Nanyang Technological University (NTU) dan National University of Singapore (NUS). NTU memimpin peringkat dengan skor nyaris sempurna, menegaskan konsistensi kampus tersebut dalam riset dan inovasi. Di belakangnya, NUS juga mencatat skor tinggi yang mencerminkan reputasi akademik dan koneksi global yang kuat.

Baca Juga

Zulhas Tegaskan Operasional Kopdes Dimulai Usai Fisik Bangunan Rampung

Selain itu, universitas-universitas dari Malaysia seperti Universiti Malaya (UM) dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) tampil kuat dalam daftar 10 besar, menunjukkan kekuatan sistem pendidikan tinggi Malaysia dalam aspek kualitas pengajaran, riset, dan reputasi internasional. Tidak hanya itu, universitas dari Thailand seperti Chulalongkorn University juga memperlihatkan daya saing di antara kampus-kampus ASEAN lainnya.

Kekuatan dominasi kampus Singapura dan Malaysia ini menunjukkan kontinuitas investasi serta upaya peningkatan kualitas akademik di kedua negara, sehingga meskipun persaingan global pendidikan tinggi semakin ketat, universitas-universitas ini mampu mempertahankan performa mereka di kancah regional.

Posisi Indonesia: Prestasi Terlihat di Level Global
Meski artikel utama menyebutkan bahwa UI dan UGM tidak masuk daftar 10 besar universitas terbaik Asia Tenggara 2026 versi QS, pencapaian kedua universitas ini tetap patut dicatat dalam konteks global dan regional lebih luas.

Universitas Indonesia (UI) telah menunjukkan pertumbuhan signifikan di peringkat dunia. UI berhasil menembus peringkat 189 dunia dalam QS World University Rankings 2026, sebuah capaian bersejarah yang menempatkan UI di antara 200 besar universitas dunia — sebuah indikator bahwa kualitas pendidikan dan kontribusi risetnya semakin diakui secara internasional.

Sementara itu Universitas Gadjah Mada (UGM) juga berhasil menorehkan prestasi penting. UGM masuk dalam 10 besar perguruan tinggi terbaik ASEAN menurut QS WUR 2026, dengan posisi global di angka 224. Prestasi ini menunjukkan bahwa UGM memiliki reputasi akademik dan kualitas alumni yang kuat dalam skala ASEAN meski posisinya belum menembus 10 besar daftar utama Asia Tenggara versi Headtopics.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif dari manajemen universitas, fakultas, dan program studi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, publikasi riset, dan reputasi lulusan di mata dunia.

Apa Artinya Bagi Mahasiswa dan Pendidikan Tinggi?
Rilis QS WUR 2026 menegaskan beberapa tren penting dalam pendidikan tinggi di Asia Tenggara. Pertama, masih ada gap yang jelas antara kampus-kampus top di Singapura dan Malaysia dengan yang berasal dari negara lain seperti Indonesia dan Thailand dalam peringkat regional ini. Hal ini bisa menjadi refleksi tentang perbedaan investasi, fasilitas penelitian, jaringan global dan strategi internasionalisasi antara sistem pendidikan tinggi di masing-masing negara.

Kedua, meskipun tidak masuk daftar 10 besar peringkat regional, universitas seperti UI dan UGM tetap menunjukkan bahwa institusi pendidikan Indonesia mampu bersaing di tingkat global, terutama UI yang berhasil menembus top 200 dunia. Hal ini memberikan sinyal positif bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan di Indonesia menghasilkan pengakuan internasional yang nyata.

Bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, informasi ini menjadi rujukan penting dalam memilih institusi pendidikan yang sesuai dengan aspirasi karier dan ekspektasi internasional. Sementara itu, bagi penyelenggara pendidikan tinggi, tantangan untuk mengejar dan mempertahankan kualitas global menjadi semakin penting di tengah persaingan regional yang ketat.

Refleksi dan Prospek Ke Depan
Rangkuman daftar universitas terbaik ini menunjukkan perlunya strategi berkelanjutan dari pemerintah dan institusi di Asia Tenggara untuk memperkuat kualitas pendidikan. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas penelitian, kolaborasi internasional, serta dukungan bagi dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan karya yang berdampak global.

QS World University Rankings tetap menjadi tolok ukur yang diacu oleh banyak pihak untuk menilai kualitas pendidikan tinggi di dunia. Meskipun dominasi Singapura dan Malaysia tampak dominan dalam daftar 10 besar ASEAN, pencapaian dan pergerakan peringkat UI dan UGM menunjukkan bahwa kampus Indonesia memiliki potensi besar dan terus bergerak maju di panggung pendidikan tinggi global.

Fery

Fery

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

BPS Laporkan Pekerja Bertambah dan Pengangguran Menurun Secara Nasional

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

Pembukaan Tol Fungsional di Solo-Yogya dan Yogya-Bawen Lebaran 2026

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

IKN Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam dengan Keterlibatan Warga Lokal

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Buku Manasik Haji 2026 Kemenhaj Fokuskan Kemudahan untuk Lansia

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026

Daftar 20 Kampus Paling Unggul di Asia Edisi TIME-Statista 2026