Kamis, 05 Februari 2026

Angkutan Batu Bara KAI Januari 2026 Turun 27 Persen Akibat Dinamika Global

Angkutan Batu Bara KAI Januari 2026 Turun 27 Persen Akibat Dinamika Global
Angkutan Batu Bara KAI Januari 2026 Turun 27 Persen Akibat Dinamika Global

JAKARTA - Pergerakan logistik energi nasional pada awal 2026 menghadapi tantangan baru seiring melemahnya angkutan batu bara oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). 

Data internal perusahaan menunjukkan volume pengangkutan batu bara pada Januari 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan dinamika harga global dan penyesuaian pasar energi. Meski demikian, KAI memastikan distribusi energi tetap berjalan melalui penguatan sistem logistik, efisiensi operasional, serta pemanfaatan teknologi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan nasional.

Kinerja Angkutan Batu Bara Awal Tahun

Baca Juga

Lonjakan Signifikan Harga Gas Alam di Pasar AS Menjelang Kontrak Maret

PT Kereta Api Indonesia mencatat volume angkutan batu bara sepanjang Januari 2026 sebesar 4.025.975 ton. Capaian ini mengalami penurunan sekitar 27 persen secara tahunan dibandingkan realisasi Januari 2025 yang mencapai 5.527.348 ton. Dengan selisih lebih dari 1,5 juta ton, tren ini mencerminkan tekanan yang dihadapi sektor logistik energi akibat fluktuasi permintaan dan harga batu bara di pasar internasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa kondisi tersebut tidak terlepas dari dinamika harga batu bara global. Menurutnya, situasi ini menjadi tantangan sekaligus momentum bagi KAI untuk memperkuat ketahanan sistem logistik nasional agar tetap adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis yang cepat.

Strategi KAI Menghadapi Fluktuasi Global

Menanggapi penurunan volume tersebut, KAI menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga kelancaran distribusi energi. “KAI merespons kondisi tersebut melalui penguatan efisiensi operasional, pemanfaatan teknologi, serta optimalisasi kapasitas layanan agar distribusi energi tetap terjaga,” kata Anne dalam siaran pers, dikutip Kamis (5/2/2026).

Upaya tersebut dilakukan agar layanan angkutan batu bara tetap andal meskipun volume mengalami koreksi. KAI berfokus pada peningkatan produktivitas, pengurangan waktu bongkar muat, serta pengelolaan armada secara lebih terukur guna memastikan pasokan energi nasional tidak terganggu.

Peran Terminal Utama Dalam Distribusi

Saat ini, KAI melayani angkutan batu bara melalui lima terminal utama, yakni Kertapati, Sukacinta, Muaralawai, Merapi, dan Banjarsari. Kelima terminal tersebut menjadi simpul penting dalam jaringan logistik energi yang menghubungkan daerah produksi dengan pengguna akhir, terutama pembangkit listrik.

Di antara terminal tersebut, Kertapati menjadi pusat modernisasi logistik. Terminal ini telah menerapkan conveyor belt system yang terintegrasi dengan shiploader berkapasitas 1.500 ton per jam. Sistem tersebut memungkinkan proses bongkar muat berlangsung lebih cepat, efisien, dan terukur dibandingkan metode konvensional.

Modernisasi Logistik Dan Efisiensi Operasi

Anne menuturkan bahwa modernisasi di Terminal Kertapati mendorong peralihan dari metode berbasis dump truck menuju sistem logistik yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan sistem terintegrasi, risiko keterlambatan dan inefisiensi dapat ditekan, sekaligus meningkatkan keselamatan kerja dan akurasi pengiriman.

Dalam operasional harian, KAI melalui anak usahanya, KAI Logistik, mengelola lebih dari 59.000 ton batu bara per hari dari berbagai titik terminal. Pengelolaan ini dilakukan untuk memastikan kontinuitas pasokan energi ke pengguna akhir, khususnya pembangkit listrik tenaga uap yang bergantung pada pasokan batu bara secara konsisten.

Pemanfaatan Teknologi Dalam Rantai Pasok

Selain modernisasi fisik, KAI juga menerapkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi supply chain management. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penggunaan teknologi RFID pada kontainer batu bara. Teknologi ini memungkinkan pemantauan distribusi secara real time, meningkatkan akurasi data, serta meminimalkan potensi kehilangan atau kesalahan pengiriman.

“Langkah tersebut sejalan dengan komitmen KAI Group dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui transportasi yang efisien dan berkelanjutan,” ujar Anne. Dengan sistem pemantauan yang lebih presisi, distribusi batu bara dapat dikelola secara lebih transparan dan akuntabel, sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi dari aktivitas logistik.

Kontribusi Terhadap Ketahanan Energi Nasional

Batu bara yang diangkut KAI sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap di Pulau Jawa dan Bali. Peran angkutan kereta api menjadi krusial dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional yang menopang berbagai sektor vital, mulai dari rumah sakit, sekolah, perkantoran, pusat perbelanjaan, industri, hingga usaha kecil dan menengah di berbagai daerah.

Keandalan layanan kereta api dalam distribusi energi membantu memastikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tetap berjalan normal. Oleh karena itu, meskipun terjadi penurunan volume angkutan, KAI menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan dan kontinuitas pasokan energi.

Komitmen Keberlanjutan Dan Transisi Energi

Seiring dengan penguatan operasional, KAI juga menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah menggunakan Biosolar B40, bahan bakar dengan campuran 40 persen bahan nabati. Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari uji coba bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dimulai pada Juli 2024.

Penggunaan Biosolar B40 berkontribusi pada penurunan jejak karbon sekaligus mendukung transisi energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan. Dengan emisi yang lebih rendah dan tingkat biodegradasi yang tinggi, angkutan kereta api semakin menguatkan posisinya sebagai solusi logistik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, KAI menegaskan perannya tidak hanya sebagai operator transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ketahanan energi nasional. “Melalui layanan yang andal, efisien, dan berkelanjutan, KAI terus menghadirkan solusi logistik yang selaras dengan visi perusahaan untuk menggerakkan transportasi berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Anne.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Minyak Dunia Terus Menguat Dipicu Ketegangan Militer Amerika Serikat Iran

Harga Minyak Dunia Terus Menguat Dipicu Ketegangan Militer Amerika Serikat Iran

Proyek PSN Wanam Dikebut Bangun Dermaga Tangki BBM Dukung Logistik Nasional

Proyek PSN Wanam Dikebut Bangun Dermaga Tangki BBM Dukung Logistik Nasional

Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 5 Februari 2026 Se Indonesia

Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 5 Februari 2026 Se Indonesia

Daftar Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Tanpa Diskon Bagi Semua Pelanggan Nasional

Daftar Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Tanpa Diskon Bagi Semua Pelanggan Nasional

Pemeliharaan Jaringan PLN Bali Sebabkan Pemadaman Listrik Karangasem Dan Gianyar Hari Ini

Pemeliharaan Jaringan PLN Bali Sebabkan Pemadaman Listrik Karangasem Dan Gianyar Hari Ini