Kamis, 05 Februari 2026

Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat

Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat
Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat

JAKARTA - Pemulihan akses dan konektivitas menjadi kunci utama bagi masyarakat Sumatera Barat yang terdampak banjir dan longsor sejak akhir 2025.

Menjelang bulan suci Ramadhan, pemerintah memastikan percepatan pembangunan infrastruktur berjalan tanpa hambatan agar aktivitas sosial, ekonomi, dan ibadah warga kembali normal. Komitmen tersebut ditegaskan langsung Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana bersama PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI).

Sejak bencana banjir dan longsor melanda pada 27 November 2025, sejumlah jalur strategis mengalami kerusakan serius, termasuk jembatan dan ruas jalan nasional. Kondisi ini sempat memutus akses warga, memaksa sebagian masyarakat menyeberangi sungai untuk beraktivitas sehari-hari, mulai dari bersekolah hingga ke pasar. Pemerintah pun bergerak cepat agar dampak bencana tidak berkepanjangan, terutama menjelang periode penting seperti Ramadhan dan Lebaran.

Baca Juga

Target Merger BUMN Karya Selesai pada Semester II 2026, Ini Fakta Lengkapnya

Jembatan Darurat Jadi Solusi Awal Konektivitas Warga

Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah Jembatan Aur Subarang di kawasan Malalak. Dua jembatan di wilayah tersebut sebelumnya putus akibat bencana, sehingga aktivitas warga terhambat. Usai melakukan peninjauan lapangan, Menteri PU meminta Balai setempat segera menyediakan jembatan bailey sebagai solusi darurat.

“Satu jembatan bailey kini telah berfungsi, sementara satu lainnya masih dalam pengerjaan,” ujar Dody. Keberadaan jembatan sementara ini dinilai krusial agar akses masyarakat tidak terputus, terutama menjelang Ramadhan.

Meski demikian, Dody menjelaskan bahwa pembangunan jembatan permanen membutuhkan kajian teknis mendalam. Keterbatasan lahan, kedekatan dengan kawasan cagar budaya, serta risiko longsoran batu dari tebing sungai menjadi faktor yang harus diperhitungkan secara matang. Saat ini, desain jembatan permanen masih dalam tahap finalisasi, termasuk opsi integrasi fungsi sabo untuk pengendalian material longsoran.

Pemulihan Infrastruktur Diprioritaskan Jelang Ramadhan

Selama peninjauan lapangan selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 Januari, Menteri Dody menekankan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur harus sejalan dengan kesiapan masyarakat menyambut Ramadhan. Pemerintah memprioritaskan kelancaran arus logistik, ketersediaan air bersih, serta akses ke sarana ibadah.

Menurut Dody, pembangunan jembatan bailey menjadi langkah penting agar mobilitas warga tetap terjaga di tengah proses perbaikan permanen. Selain itu, Kementerian PU juga mendorong program padat karya sejak 12 Desember di seluruh wilayah terdampak. Program ini bertujuan menjaga roda perekonomian masyarakat agar tetap berputar pascabencana.

Di sektor pertanian, perbaikan jaringan irigasi dipercepat, khususnya di lokasi yang telah memasuki musim tanam. Berdasarkan informasi dari Kementerian Pertanian, sebagian lahan yang terdampak endapan lumpur justru kembali dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pertanian.

Lembah Anai Jadi Fokus Penanganan Jalur Nasional

Setelah meninjau Malalak, Menteri PU melanjutkan pengecekan ke kawasan Lembah Anai. Wilayah ini dikenal rawan galodo, longsor, dan lahar dingin. Sepanjang 2025, jalan nasional Padang–Bukittinggi di kawasan tersebut tercatat dua kali putus akibat bencana.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penyediaan jalur alternatif guna mengantisipasi risiko serupa di masa depan. Menindaklanjuti arahan tersebut, Dody menyiapkan pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi sebagai solusi jangka panjang.

Menurut Dody, jalan nasional di Lembah Anai saat ini telah berfungsi secara terbatas sejak Desember. Perbaikan permanen ditargetkan rampung pada Juli 2026, sehingga jalur dapat kembali beroperasi penuh selama 24 jam. Menjelang Ramadhan dan arus mudik Lebaran, pemerintah memastikan akses dibuka penuh mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Tol Sicincin–Bukittinggi Disiapkan sebagai Solusi Jangka Panjang

Pembangunan Jalan Tol Sicincin–Bukittinggi dirancang melintasi terowongan sepanjang sekitar 3,5 kilometer. Saat ini, desain proyek tersebut masih dalam tahap finalisasi. Seluruh pekerjaan akan disinkronkan agar tidak mengganggu proses perbaikan jalan nasional yang sedang berlangsung.

Dody menambahkan bahwa penguatan tebing menjadi prioritas utama mengingat kondisi geografis Lembah Anai yang rawan longsor. Ia menginstruksikan agar seluruh tebing bermasalah ditangani secara menyeluruh dengan metode yang sesuai karakter lahan, guna meminimalkan risiko bencana susulan.

Hutama Karya Targetkan Konektivitas Dibuka Lebih Awal

Direktur Operasi III HKI, Aditya Novendra Jaya, menyampaikan bahwa HKI menangani sejumlah proyek strategis di Sumatera Barat. Proyek tersebut mencakup penanganan bencana di Lembah Anai dan Malalak, pekerjaan di Sitinjau Lauik, serta lanjutan pembangunan Jalan Tol Padang–Sicincin.

Di Malalak, HKI akan membangun empat jembatan permanen dan melakukan penguatan lereng menggunakan metode soil nailing, shotcrete, bronjong, serta sheet pile. Target penyelesaian keseluruhan proyek ditetapkan pada Juli 2026. Namun, sesuai instruksi Menteri PU, konektivitas dua arah akan dibuka lebih awal untuk menghadapi arus mudik Lebaran.

Sementara itu, di Lembah Anai, HKI menargetkan pembukaan penuh dua arah selama 24 jam sepanjang Ramadhan. Saat ini, pekerjaan masih menggunakan sistem buka-tutup karena keterbatasan ruang kerja dan penempatan alat berat. Meski cuaca menjadi tantangan, Aditya memastikan progres tetap sesuai rencana dengan target rampung Juli 2026.

Untuk mendukung keselamatan kerja, HKI menerapkan early warning system sebagai peringatan dini jika terjadi peningkatan debit air. Waktu jeda sekitar 20 hingga 30 menit sejak aliran air dari hulu dimanfaatkan untuk menyelamatkan peralatan dan memastikan keamanan pekerja. Desain penanganan di Lembah Anai sendiri disusun berdasarkan analisis curah hujan periode ulang 100 tahun agar infrastruktur lebih tahan terhadap potensi galodo dan bencana di masa mendatang.

Mazroh Atul Jannah

Mazroh Atul Jannah

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kolaborasi Strategis ITDC-Angkasa Pura Perluas Serapan Tenaga Kerja Lokal Mandalika

Kolaborasi Strategis ITDC-Angkasa Pura Perluas Serapan Tenaga Kerja Lokal Mandalika

Angkasa Pura Supports Raih ISO 37001:2025 dan Perkuat Integritas Perusahaan

Angkasa Pura Supports Raih ISO 37001:2025 dan Perkuat Integritas Perusahaan

Cara Tepat Aktifkan Ulang Kepesertaan PBI JK BPJS Kesehatan Nonaktif

Cara Tepat Aktifkan Ulang Kepesertaan PBI JK BPJS Kesehatan Nonaktif

Pemerintah Sempurnakan Sistem Pemutihan Utang BPJS untuk Efektivitas Kebijakan

Pemerintah Sempurnakan Sistem Pemutihan Utang BPJS untuk Efektivitas Kebijakan

Jasa Marga Tunjukkan Kepemimpinan Human Capital di Era AI dengan Dua Penghargaan Nasional

Jasa Marga Tunjukkan Kepemimpinan Human Capital di Era AI dengan Dua Penghargaan Nasional