JAKARTA - Kerja sama energi lintas negara kembali menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong percepatan transisi menuju energi bersih.
Di tengah meningkatnya kebutuhan listrik dan komitmen global terhadap pengurangan emisi karbon, investasi asing langsung menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur energi terbarukan.
Dalam konteks ini, Turki mengambil langkah signifikan melalui kemitraan dengan Arab Saudi untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya berskala besar.
Baca JugaLonjakan Signifikan Harga Gas Alam di Pasar AS Menjelang Kontrak Maret
Arab Saudi akan menginvestasikan dana sebesar 2 miliar dolar AS untuk membangun dua pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 2.000 megawatt (MW) di Turki.
Informasi tersebut disampaikan oleh Menteri Energi Turki, Alparslan Bayraktar. Investasi ini menandai salah satu proyek energi terbarukan terbesar yang melibatkan modal Arab Saudi di kawasan tersebut.
Kesepakatan investasi tersebut ditandatangani dalam momentum diplomatik tingkat tinggi. Bayraktar menjelaskan bahwa perjanjian kerja sama dicapai saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan kunjungan resmi ke Riyadh. Dalam kunjungan tersebut, Bayraktar bersama Menteri Energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, meneken perjanjian kerja sama proyek pembangkit energi terbarukan yang menjadi dasar pelaksanaan proyek PLTS ini.
Arab Saudi Investasi 2 Miliar Dolar AS Bangun PLTS di Turki
Dalam tahap pertama pengembangan, perusahaan-perusahaan Arab Saudi akan membangun pembangkit listrik tenaga surya di dua lokasi strategis.
Lokasi pertama berada di Provinsi Sivas, wilayah Turki bagian timur, sementara lokasi kedua berada di Provinsi Karaman yang terletak di wilayah tengah negara tersebut. Kedua proyek ini secara keseluruhan akan memiliki kapasitas terpasang sebesar 2.000 MW.
Bayraktar menambahkan bahwa investasi Arab Saudi di sektor energi Turki tidak berhenti pada proyek tahap awal ini saja. Ke depan, total kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang akan dibangun oleh perusahaan-perusahaan Arab Saudi di Turki ditargetkan mencapai 5.000 MW.
Target tersebut menunjukkan skala ambisi kerja sama energi kedua negara yang melampaui proyek tunggal dan mencerminkan komitmen jangka panjang.
“Kami memandang investasi ini sebagai salah satu contoh terpenting penanaman modal asing langsung di sektor energi kami. Proyek ini akan sepenuhnya dibiayai melalui pembiayaan eksternal, dengan dukungan kredit dari lembaga keuangan internasional,” ujar Bayraktar.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proyek PLTS ini tidak akan membebani anggaran domestik Turki secara langsung. Skema pembiayaan eksternal dengan dukungan lembaga keuangan internasional menjadi faktor kunci dalam memastikan kelangsungan dan stabilitas pendanaan proyek berskala besar tersebut.
Dampak Terhadap Ketahanan Energi Turki
Dari sisi manfaat, proyek PLTS senilai 2 miliar dolar AS ini diperkirakan memiliki kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional Turki.
Bayraktar menjelaskan bahwa kapasitas listrik yang dihasilkan dari proyek ini mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 2,1 juta rumah tangga di seluruh Turki. Angka tersebut mencerminkan potensi besar energi surya dalam menjawab tantangan permintaan listrik domestik yang terus meningkat.
Selain meningkatkan pasokan listrik, pembangunan PLTS ini juga mendukung upaya diversifikasi sumber energi Turki. Selama ini, ketergantungan pada energi fosil dan impor energi menjadi salah satu tantangan utama dalam sektor ketenagalistrikan negara tersebut.
Kehadiran pembangkit listrik tenaga surya dalam skala besar diharapkan dapat mengurangi ketergantungan tersebut secara bertahap.
Lebih jauh, proyek ini sejalan dengan kebijakan energi nasional Turki yang mendorong peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi. Pengembangan energi surya dan angin dinilai sebagai langkah strategis untuk menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan keberlanjutan sistem energi jangka panjang.
Penguatan Kerja Sama Energi Regional
Kesepakatan pembangunan PLTS ini juga menandai penguatan hubungan bilateral antara Turki dan Arab Saudi, khususnya di sektor energi. Kerja sama ini menunjukkan pergeseran fokus kemitraan energi dari sektor konvensional menuju energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Bagi Arab Saudi, investasi ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio energi dan ekspansi investasi luar negeri.
Di sisi lain, bagi Turki, masuknya investasi asing langsung dalam jumlah besar menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional. Proyek ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas kebijakan energi dan potensi pasar energi terbarukan di Turki.
Kolaborasi ini juga memiliki dimensi geopolitik dan ekonomi yang lebih luas. Dengan melibatkan perusahaan-perusahaan Arab Saudi dan dukungan lembaga keuangan internasional, proyek PLTS ini berpotensi menjadi model kerja sama energi lintas negara di kawasan, terutama dalam konteks transisi menuju energi bersih.
Arah Energi Terbarukan ke Depan
Pembangunan dua PLTS berkapasitas total 2.000 MW ini menjadi langkah awal dari target yang lebih besar, yakni pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dan angin hingga 5.000 MW oleh perusahaan Arab Saudi di Turki. Target tersebut mencerminkan arah kebijakan energi yang semakin terintegrasi antara kedua negara.
Dengan potensi sinar matahari yang melimpah dan kebutuhan energi yang terus meningkat, Turki memiliki posisi strategis untuk mengembangkan energi surya dalam skala besar. Investasi Arab Saudi ini memperkuat fondasi pengembangan tersebut sekaligus mempercepat realisasi proyek-proyek energi bersih.
Secara keseluruhan, proyek PLTS ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas listrik, tetapi juga memperkuat kerja sama internasional, mendukung transisi energi, dan membuka peluang baru bagi pengembangan energi terbarukan di kawasan.
Sutomo
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri PU dan Hutama Karya Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera Barat
- Kamis, 05 Februari 2026
Real Madrid Selalu Aman Saat Penalti, Catatan Impresif Sepanjang Musim 2025 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 7 Es Teler Favorit Wisatawan Saat Berkunjung ke Yogyakarta 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Pilihan 9 Kuliner Sarapan Pagi di Bawen Semarang Lengkap dan Terjangkau 2026
- Kamis, 05 Februari 2026
Berita Lainnya
Harga Minyak Dunia Terus Menguat Dipicu Ketegangan Militer Amerika Serikat Iran
- Kamis, 05 Februari 2026
Proyek PSN Wanam Dikebut Bangun Dermaga Tangki BBM Dukung Logistik Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Daftar Tarif Listrik Februari 2026 Tetap Tanpa Diskon Bagi Semua Pelanggan Nasional
- Kamis, 05 Februari 2026
Pemeliharaan Jaringan PLN Bali Sebabkan Pemadaman Listrik Karangasem Dan Gianyar Hari Ini
- Kamis, 05 Februari 2026













