Stoxx 600 Naik 0,5 Persen, Saham Eropa Masih Tertekan Inflasi
JAKARTA – Saham-saham Eropa menguat pada perdagangan Jumat sore setelah data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat dirilis. Penguatan tersebut membantu memangkas sebagian kerugian mingguan yang sebelumnya cukup tajam, meski harga minyak mentah masih berada di sekitar $110 per barel dan kebijakan hawkish Bank Sentral Eropa (ECB) memperbesar kekhawatiran stagflasi di kawasan tersebut.
Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,5% setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi perdagangan sebelumnya. Kendati menguat secara harian, indeks acuan tersebut masih berada di jalur penurunan lebih dari 2% dalam sepekan. Kondisi ini membuatnya mencatat kinerja mingguan terburuk sejak April.
FTSE MIB Italia menjadi indeks dengan kenaikan terbesar di kawasan Eropa, yakni melonjak 1,4%. IBEX 35 Spanyol juga menguat 0,9%, ditopang saham sektor perbankan dan utilitas.
Sementara itu, CAC 40 Prancis dan DAX Jerman masing-masing naik 0,8%. FTSE 100 Inggris menguat 0,4%, dengan bursa London mendapat dukungan dari tingginya bobot saham komoditas.
Pelaku pasar di Eropa turut mencermati laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang menunjukkan CPI utama AS bertahan pada 3,4% secara tahunan pada Agustus. Sementara itu, CPI inti secara bulanan meningkat 0,3%.
Rilis data tersebut sempat mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun melewati level 5,0% untuk pertama kalinya sejak 2024. Pasar juga semakin memperkirakan kenaikan suku bunga Federal Reserve sebesar 25 basis poin dalam pertemuan FOMC pada 15–16 September, dengan probabilitas mencapai 88%.
Meski demikian, pasar saham Eropa memperoleh dorongan karena investor menilai risiko dari rilis data tersebut sudah berkurang. Data inflasi tersebut dianggap telah cukup diperhitungkan pasar setelah laporan Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada Kamis.
Di sisi lain, kondisi makroekonomi masih dibayangi kenaikan biaya bahan baku serta kebijakan moneter yang semakin ketat.
Harga minyak mentah Brent sempat melonjak ke level tertinggi dalam empat bulan di $109,97 per barel. Kenaikan tersebut membuat harga Brent mencatat penguatan mingguan hampir 13% karena pasokan fisik menghadapi hambatan geopolitik yang semakin kompleks.
Presiden Christine Lagarde bersama Dewan Pengurus ECB menaikkan suku bunga fasilitas deposito acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,50%. Tingkat tersebut merupakan level tertinggi sejak April 2025 dan sekaligus mematahkan ekspektasi sebelumnya bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga.
Perubahan kebijakan ECB tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran di Frankfurt bahwa kenaikan biaya bahan baku dapat merembet ke harga inti. CPI utama kawasan euro meningkat menjadi 3,3% pada Agustus, dengan komponen energi melonjak 14,3%.
Kenaikan harga minyak mentah hingga berada di level tiga digit juga berpotensi membuat proyeksi inflasi semakin jauh dari target ECB sebesar 2%. Pasar uang kini memperhitungkan probabilitas lebih dari 90% untuk kenaikan suku bunga ketiga sebelum akhir tahun.
Pada perdagangan saham individual, Vetoquinol, perusahaan kesehatan hewan asal Prancis, melonjak 16% setelah melaporkan kenaikan laba bersih paruh pertama sebesar 22% serta perubahan menuju arus kas yang kuat.
Sementara itu, saham flatexDEGIRO turun 5%. Penurunan tersebut terjadi sehari setelah ketua dewan pengawas perusahaan broker online asal Jerman itu mengundurkan diri secara langsung dengan alasan adanya perbedaan pandangan mengenai arah strategis perusahaan.
Saham Alstom menguat 2,2% setelah produsen kereta api asal Prancis tersebut mengumumkan telah mendapatkan kontrak bernilai lebih dari €1,2 miliar dari TransPennine Express (TPE).