IPAC Go Private, APAC Investment 2 Ajukan Tender Rp 250 per Saham

Ilustrasi IPAC berencana go private dan delisting dari BEI. Pengendali APAC Investment 2 akan melakukan tender hingga 89.305.900 saham publik.(sumber foto: NET)
Penulis: Ibtihal
Jumat, 11 September 2026 | 23:41:56 WIB

JAKARTA – PT Era Graharealty Tbk (IPAC) mengumumkan rencana untuk mengubah status perusahaan dari terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) sekaligus menghapus pencatatan sahamnya (delisting) dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama IPAC, Darmadi Darmawangsa, menjelaskan terdapat tiga pertimbangan utama yang mendasari keputusan tersebut. Pertama, perubahan strategi bisnis. Perseroan menilai pendanaan melalui pasar modal sudah tidak lagi dibutuhkan dan tidak memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana melalui pasar modal pada masa mendatang.

Kedua, efisiensi biaya operasional. Dengan menjadi perusahaan tertutup, perseroan menilai dapat meningkatkan daya saing di tengah kondisi pasar yang semakin kompetitif.

Ketiga, fleksibilitas usaha dalam menjalankan kegiatan bisnis, termasuk untuk mendukung pengembangan usaha dan melakukan restrukturisasi bisnis.

"Dengan sejumlah pertimbangan tersebut, perseroan memutuskan untuk melaksanakan rencana go private dan delisting," kata Darmadi dalam keterbukaan informasi, Jumat (11/9/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Apabila rencana tersebut memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pemegang saham pengendali APAC Investment 2 Pte. Ltd., entitas asal Singapura yang memiliki induk usaha (ultimate beneficial owner) Morgan Stanley, akan melaksanakan Penawaran Tender Sukarela (Voluntary Tender Offer/VTO) untuk membeli saham yang dimiliki publik.

VTO tersebut ditujukan untuk membeli sebanyak-banyaknya 89.305.900 saham publik atau setara dengan 9,402% dari total saham yang beredar. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp250 per saham.

Harga tersebut berada di atas ketentuan minimum sebesar Rp 173 per saham. Nilai minimum itu dihitung berdasarkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham IPAC di BEI selama 90 hari bursa terakhir sebelum pengumuman.

Reporter: Ibtihal