BEI Soroti ACST, SAPX, MSIE, MSJA yang Naik Tak Wajar
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai melakukan pemantauan ketat terhadap pola transaksi Unusual Market Activity (UMA) pada empat saham sekaligus sejak Kamis (10/9/2026). Pemantauan dilakukan menyusul kenaikan harga saham yang dinilai tidak biasa.
Keempat emiten tersebut adalah PT Acset Indonusa Tbk. (ACST), PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX), PT Multisarana Intan Eduka Tbk. (MSIE), dan PT Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA).
Mengacu pada keterbukaan informasi BEI, pergerakan saham-saham tersebut masuk dalam kategori Unusual Market Activity. Langkah pemantauan dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor, terutama para pemegang saham emiten terkait.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham ACST tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Berdasarkan data pasar, saham ACST menguat 8,55% menjadi Rp127 per saham pada pembukaan perdagangan Kamis (10/9/2026). Dalam sebulan terakhir, saham perusahaan konstruksi tersebut telah naik 45.98%. Namun, secara year to date saham ACST masih turun 7,3%.
Dengan adanya pengumuman tersebut, investor diimbau memperhatikan tanggapan emiten atas permintaan konfirmasi dari Bursa. Investor juga perlu mencermati kinerja perusahaan dan keterbukaan informasinya.
Selain itu, investor diminta mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila belum memperoleh persetujuan RUPS serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa mendatang sebelum mengambil keputusan investasi.
Selain ACST, BEI juga memberikan perhatian terhadap saham SAPX karena terdapat volatilitas transaksi yang dinilai tidak biasa.
Pada perdagangan Kamis (10/9/2026), saham SAPX naik 24,54% ke level Rp406. Dalam periode satu bulan, saham perusahaan logistik tersebut telah menguat 89.72%, sedangkan secara year to date tercatat naik 34.44%.
BEI juga menyoroti saham MSIE karena pola transaksi yang dianggap tidak wajar. Pada perdagangan yang sama, saham MSIE naik 9,49% ke level Rp150 per saham.
Dalam sebulan terakhir, saham MSIE telah menguat 59.57%. Sementara itu, secara year to date, saham tersebut melonjak 188.46%.
Tak hanya itu, BEI turut mencermati perdagangan saham MSJA. Saham perusahaan tekstil tersebut naik 21,92% pada perdagangan Kamis (10/9/2026) ke level Rp890.
Dalam periode satu bulan, saham MSJA telah naik 112.92%. Adapun secara year to date, saham tersebut menguat 161.76%.