Strategi SMAR Lepas Aset Pabrik Sawit Senilai 67,6 Miliar

ILUSTRASI, PT SMAR resmi melepas aset pabrik kelapa sawit senilai Rp 67,6 miliar di Bangka Barat. (Sumber Gambar : Net)
Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33:30 WIB

JAKARTA – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) melakukan divestasi pabrik pengolahan kelapa sawit dengan nilai transaksi mencapai Rp 67,6 miliar. Merujuk pada keterbukaan informasi, SMAR menjual fasilitas milik entitas anaknya, PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia (LWI), kepada PT Bumipermai Lestari (BPL). Pabrik tersebut berlokasi di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Aset yang dialihkan mencakup bangunan, infrastruktur, mesin, peralatan kantor, laboratorium, bengkel, kendaraan, alat berat, serta persediaan.

Saat ini, pasokan buah sawit dari kebun milik LWI tercatat minim, yakni di bawah 20% dari total volume yang diolah. Selama ini, guna memaksimalkan operasional pabrik, LWI menerima titipan buah sawit dari kebun milik BPL yang terletak di sekitar lokasi, sekaligus membeli pasokan dari pihak ketiga.

Manajemen menilai bahwa kepemilikan serta pengoperasian pabrik tersebut kurang memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi LWI. "Oleh karena itu, manajemen LWI memutuskan untuk mendivestasi pabrik tersebut sebagai bagian dari langkah strategis dalam optimalisasi portofolio aset," sebagaimana dilansir dari berita sumber, dikutip 3 Juli 2026.

Langkah divestasi ini diharapkan dapat meningkatkan arus kas saat ini serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham LWI, yakni SMAR.

Manajemen SMAR menjelaskan bahwa BPL merupakan pihak terafiliasi yang menjalankan usaha perkebunan kelapa sawit, fasilitas pengolahan, dan fasilitas pendukung lainnya di Bangka Belitung, dengan lokasi yang berdekatan dengan pabrik milik LWI. 

Selama ini, pabrik tersebut telah mengolah buah sawit milik BPL dengan kontribusi sekitar 40% dari total buah yang diproses. Dengan demikian, BPL dinilai memiliki kesesuaian operasional serta potensi sinergi yang lebih baik dalam mengelola aset tersebut secara efisien dan berkelanjutan.

"BPL juga bersedia memberikan jasa titip olah atas buah sawit milik LWI sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi CPO LWI setelah transaksi dilakukan," sebagaimana dilansir dari berita sumber, tuturnya.

Pihak LWI sebelumnya telah mempertimbangkan potensi transaksi dengan pihak yang tidak terafiliasi. Namun, LWI menilai kesepakatan dengan BPL menjadi alternatif paling optimal untuk memaksimalkan nilai dan pemanfaatan aset. 

Pasalnya, apabila ditawarkan kepada pihak di luar afiliasi dengan kondisi ketergantungan pasokan buah sawit eksternal yang tinggi, terdapat risiko nilai transaksi tidak mencerminkan nilai ekonomi yang wajar dan optimal.

"Sehingga berpotensi mengurangi tambahan arus kas yang dapat diperoleh LWI dan secara tidak langsung merugikan para pemegang saham LWI, dalam hal ini perseroan," sebagaimana dilansir dari berita sumber, katanya.

Reporter: Gemilang Ramadhan