Breaking

Hadapi Pasar Volatile, Simak Tiga Strategi Kelola Portofolio Saham Ini

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Sabtu, 04 Juli 2026
Hadapi Pasar Volatile, Simak Tiga Strategi Kelola Portofolio Saham Ini
Ilustrasi: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan 2,28 persen pada 3 Juli 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan sebesar 2,28 persen pada perdagangan Jumat, 3 Juli 2026. Meskipun demikian, secara year to date, performa IHSG masih terkoreksi sebesar 32,05 persen.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup di posisi 5.875,78 pada 3 Juli 2026. Sementara itu, investor asing tercatat melakukan aksi jual saham dengan nilai mencapai Rp 74,41 triliun sepanjang tahun 2026.

Seluruh sektor saham mengalami tekanan akibat penurunan IHSG sebesar 32 persen sepanjang 2026. Koreksi terbesar dipimpin oleh sektor energi sebesar 39,66 persen, diikuti oleh sektor properti dan real estate sebesar 38,38 persen serta sektor infrastruktur sebesar 34,67 persen.

Head of Research Syailendra Capital, Rizki Jauhari, menekankan pentingnya menerapkan prinsip strategis saat pasar dalam kondisi volatile, salah satunya adalah fleksibilitas alokasi aset. Investor perlu menghindari alokasi yang kaku karena kondisi pasar yang berubah dengan cepat.

"Kemampuan untuk beradaptasi terhadap perkembangan baru adalah keunggulan yang nyata," sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Strategi kedua adalah melakukan pemilihan saham secara selektif dengan manajemen ukuran posisi yang disiplin. "Volatilitas menciptakan dispersi harga yang membuka peluang bagi investor yang cermat memilih saham berdasarkan fundamental, bukan sekadar mengikuti momentum. Namun, pada saat yang sama, de-risking melalui pengelolaan ukuran posisi (position sizing) tetap penting untuk menjaga portofolio dari risiko yang tidak perlu,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Strategi ketiga yaitu mempertahankan perspektif jangka menengah dengan toleransi terhadap volatilitas jangka pendek. IHSG saat ini dinilai berada di area lembah siklus yang secara historis menawarkan risk/reward menguntungkan bagi investor dengan cakrawala investasi yang memadai.

“Memang, berita-berita negatif kemungkinan masih akan datang dalam waktu dekat, dan volatilitas belum akan sepenuhnya mereda,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Bagi investor yang bersabar dan memiliki strategi fleksibel, level saat ini berpotensi menjadi titik masuk untuk akumulasi secara bertahap. "Intinya, bukan tentang apakah harus masuk atau keluar secara biner, melainkan tentang bagaimana memposisikan portofolio secara cerdas di tengah ketidakpastian yang masih ada,” sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua