Breaking

Analisis IHSG yang Menguat 2,28 Persen serta Rekomendasi Saham Pilihan

AK
Akbar

Editor: Mazroh Atul Jannah

Sabtu, 04 Juli 2026
Analisis IHSG yang Menguat 2,28 Persen serta Rekomendasi Saham Pilihan
Ilustrasi: IHSG menguat 2,28 persen ke level 5.875,78 pada penutupan Jumat, 3 Juli 2026. (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada akhir perdagangan pekan ini. IHSG ditutup naik 131,22 poin atau 2,28 persen ke level 5.875,78 pada Jumat (3/7/2026).

Walaupun demikian, kenaikan tersebut belum menghapus tren pelemahan selama sepekan. Secara kumulatif, IHSG masih mengalami penurunan sebesar 0,35 persen dibandingkan penutupan pekan sebelumnya.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat pergerakan IHSG masih dalam tren koreksi yang dibayangi oleh tekanan jual. Menurutnya, terdapat berbagai faktor domestik dan global yang memengaruhi pasar sepanjang pekan terakhir.

Di dalam negeri, investor menyoroti data ekonomi yang beragam. Data Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level kontraksi 46,9.

Tingkat inflasi naik menjadi 3,34 persen secara tahunan, sementara neraca perdagangan kembali mengalami defisit. Faktor eksternal seperti melambatnya data ketenagakerjaan Amerika Serikat juga turut memengaruhi pasar.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi The Fed untuk menahan suku bunga acuan di level tinggi lebih lama. Sementara itu, kenaikan harga emas menjadi sentimen positif bagi sektor pertambangan emas.

"Keempat, nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar AS," kata Herditya kepada Kontan, Jumat (3/7/2026), sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Di sisi lain, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebut penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas indeks di Asia yang berada di zona hijau. Pasar merespons positif peluang penundaan kenaikan suku bunga The Fed setelah data tenaga kerja Amerika Serikat lebih rendah dari ekspektasi.

"Selanjutnya, berlanjutnya koreksi harga minyak mentah dan reboundnya harga emas juga menjadi faktor positif," ujar Alrich, sebagaimana dilansir dari sumber berita.

Memasuki perdagangan Senin, Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan untuk mencoba menembus rata-rata pergerakan 20 hari. Ia memperkirakan level support berada di 5.842 dan resistance di 5.916.

Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati harga emas dunia dan nilai tukar rupiah yang berada di kisaran level psikologis Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat. Alrich menambahkan, secara teknikal IHSG sudah ditutup di atas MA5 dan MA10.

Indikator MACD dan Stochastic RSI telah membentuk pola golden cross yang mengindikasikan peluang penguatan. IHSG diprediksi berpotensi menguji area 5.900 hingga 6.000 pada pekan depan.

Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Herditya merekomendasikan sejumlah saham dengan prospek menarik. Investor disarankan mencermati JPFA dengan target harga Rp 2.100–Rp 2.210 per saham.

Selain itu, MLPL dengan target harga Rp 89–Rp 97 per saham serta PSAB dengan target harga Rp 444–Rp 464 per saham. Investor tetap harus memantau data ekonomi, kebijakan moneter The Fed, nilai tukar rupiah, serta dinamika komoditas.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua