Breaking

Siloam Alokasikan Nyaris Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik hingga 2029

LU
Sabtu, 19 September 2026
Siloam Alokasikan Nyaris Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik hingga 2029
Siloam Alokasikan Nyaris Rp1 Triliun untuk Bedah Robotik hingga 2029

TEROPONGBISNIS.ID — PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) menyiapkan belanja modal hampir Rp1 triliun untuk pengadaan unit bedah robotik secara bertahap hingga 2029. Langkah ini menopang digitalisasi layanan kesehatan perseroan yang juga mencatatkan laba bersih Rp580,68 miliar pada semester I 2026.

Investasi tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga 2029. Fokusnya memperkuat digitalisasi layanan kesehatan di jaringan rumah sakit perseroan.

Laba Semester I 2026 Tumbuh 27,11 Persen

Dari sisi kinerja keuangan, SILO membukukan laba bersih Rp580,68 miliar pada semester I 2026. Angka itu naik 27,11 persen dibandingkan Rp456,82 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan juga tumbuh 10,78 persen menjadi Rp6,76 triliun dari Rp6,10 triliun. Kenaikan ini memberi ruang bagi perseroan untuk membiayai ekspansi teknologi secara bertahap.

Robotik Dinilai Bantu Dokter, Bukan Gantikan

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, menegaskan perkembangan kecerdasan buatan dan robotik tidak akan menggantikan peran dokter. Teknologi tersebut justru menjadi alat pendukung bagi tenaga medis untuk meningkatkan presisi dan kualitas pelayanan.

"Adapun penerapan teknologi robotik dapat membantu dokter melakukan tindakan operasi dengan sayatan yang lebih kecil. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat proses penyembuhan pasien, mengurangi kemungkinan infeksi, dan mempercepat pasien kembali produktif," ungkapnya kepada media di acara The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026, Sabtu (19/9/2026).

Grace menegaskan teknologi tidak menghilangkan peran dokter, melainkan membantu meningkatkan kemampuan tenaga medis dalam menjalankan tindakan.

Dampak bagi Pasien dan Tenaga Medis

Bagi pasien, adopsi bedah robotik berpotensi memangkas waktu pemulihan pascaoperasi. Sayatan yang lebih kecil juga menurunkan risiko infeksi dan mempercepat pasien kembali beraktivitas.

Bagi tenaga medis, teknologi ini menjadi alat bantu yang menuntut pelatihan dan penyesuaian prosedur. Peran dokter tetap sentral dalam pengambilan keputusan klinis.

Alokasi belanja modal SILO menunjukkan rumah sakit swasta mulai serius menganggarkan teknologi medis canggih sebagai bagian strategi jangka panjang. Pertanyaannya, seberapa cepat investasi ini terasa pada kualitas layanan dan struktur biaya perseroan hingga 2029.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua