Bursa Komoditas Icomex Mulai 1 Januari 2027, Timah Jadi Komoditas Perdana
TEROPONGBISNIS.ID — Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) atau Indonesia Commodity Exchange (Icomex) dijadwalkan beroperasi 1 Januari 2027 dengan timah sebagai komoditas strategis pertama yang diperdagangkan. Pembentukan bursa ini disebut bakal memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan harga komoditas, meski sejumlah tantangan pasar masih membayangi.
Timah dipilih sebagai komoditas strategis pertama yang akan diperdagangkan di Icomex. Namun, Toha menilai Indonesia belum bisa menjadi penentu harga timah dunia karena pangsa RI hanya sekitar 20 persen dari volume global.
Posisi Timah Indonesia Masih Terbatas
Selain pangsa pasar yang belum dominan, kepercayaan pasar terhadap timah Indonesia dinilai belum sepenuhnya terbangun. Perdagangan di dalam negeri juga belum berlangsung secara berkesinambungan.
Volume transaksi timah nasional tercatat belum terlalu besar. Kondisi ini membuat Indonesia sulit mengendalikan harga timah di pasar global meski merupakan salah satu produsen utama.
Toha menekankan, untuk memaksimalkan peran Icomex dalam pembentukan harga komoditas, transaksi di bursa harus berjalan kontinu. Tanpa keberlanjutan transaksi, bursa sulit menjadi acuan harga yang diakui pasar internasional.
Nikel Dinilai Lebih Siap Jadi Pengendali Harga
Berbeda dengan timah, Toha menilai Indonesia punya peluang lebih besar mengendalikan harga nikel. Faktor pendukungnya adalah volume transaksi yang besar dan keberlanjutan perdagangan yang sudah terbentuk.
Meski begitu, posisi itu tetap membutuhkan dukungan infrastruktur regulasi yang mumpuni. Sistem pergudangan (warehouse) dan surveyor independen yang terpercaya juga menjadi syarat yang tidak bisa diabaikan.
Tanpa ekosistem pendukung tersebut, pembentukan harga yang kredibel di bursa berisiko sulit terwujud. Pembeli dan penjual global membutuhkan jaminan kualitas serta transparansi transaksi.
Kolaborasi BUMN dan Swasta Jadi Kunci
Toha menyoroti peran strategis BUMN pertambangan yang perlu berkolaborasi dengan sektor swasta. Sinergi keduanya dinilai penting untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas strategis.
Kolaborasi itu juga disebut bakal mendukung peran Indonesia dalam pembentukan harga komoditas. Selama ini, harga sejumlah komoditas strategis RI masih banyak ditentukan pasar luar negeri.
Kehadiran Icomex diharapkan mengubah pola tersebut secara bertahap. Bursa ini menjadi instrumen bagi Indonesia untuk memiliki acuan harga sendiri, bukan sekadar mengikuti fluktuasi global.
Keberhasilan Icomex akan bergantung pada seberapa cepat transaksi berjalan rutin dan volume perdagangan membesar. Tanpa itu, cita-cita Indonesia menjadi pengendali harga komoditas strategis hanya akan bertahan di atas kertas.